oleh

UMI Makassar Jamin Pembentukan Karakter Mahasiswa

Editor : Lukman Maddu-Edukasi, Kampus-

PANGKEP, BP – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjamin pembentukan wawasan, karakter, serta berpengetahuan bagi seluruh peserta didiknya.

Penekanan tersebut diutarakan Rektor UMI Prof Basri Modding, disela sambutanya saat membuka pesantren maba gelombang IV, Fakultas Sastra dan Pertanian, di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Padang Lampe, Sabtu (01/09).

“Kita kedepankan kepada mahasiswa akan tiga hal, yakni UMI itu berorientasi pada pembentukan karakter, kedua menjamin kompetensi mahasiswa, dan terakhir keterbukaan wawasan,” ujar Prof Basri.

Menurutnya, UMI merupakan perguruan tinggi terbaik, yang banyak ditunjang oleh sarana pendukung, termasuk kehadiran sejumlah guru besar, termasuk fasilitas pendukung perkuliahan.

“UMI merupakan pilihan yang tepat bagi qta, karena kita salah satu kampus yang memiliki guru besar terbanyak, serta fasilutas perkuliahan yang lengkap, bahkan efektifitas pekuliahan menjadi hal utama,” tambah Prof Basri Modding.

Sementara itu, Dekan Fakultas Satra UMI, Prof Muh Basri Dalle menambahkan, jumlah mahasiswa baru Fakultas Sastra tahun ini membludak, bahkan meningkat hingga 70 persen dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini kenaikannya paling tinggi, kita punya 555 maba sastra dan yang paling banyak adalah Ilmu Komunikasi, Sastra Inggris, Sastra Arab dan Sastra Indonesia,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penyebab maba membludak di fakultas Sastra ini karena jurusan Ilmu Komunikasi yang menarik.

“Ilmu komunikasi bukan hanya belajar tentang teori, tetapi didukung praktek yang memadai. Kami juga targetkan lulusan sastra selain memiliki kompetensi, mereka juga harus berakhlak mulia,” jelasnya.

Terpisah Dekan Fakultas Pertanian UMI, Ir. Annas Boceng mengatakan, saat ini mahasiswa pertanian UMI tidak lagi kesulitan untuk melakukan kegiatan praktikum, bahkan kedepannya mahasiswa pertanian UMI diberikan peluanh untuk mengolah lahan milik UMI seluas kurang lebih 50 hektar yang terletak di Padang Lampe, Pangkep.

Komentar