oleh

Bareskrim Tetapkan Erwin Haija Tersangka Fee 30 Persen

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Hukum, Korupsi-

MAKASSAR, BP – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Erwin Syarifuddin Haija ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi/penyuluhan kepada SKPD Kecamatan se-Kota Makassar oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri, Rabu (12/9/2018).

Bareskrim Polri Brigjen Pol Erwanto Kurniadi, mengatakan Erwin Haija diduga orang yang paling bertanggung jawab terhadap pemotongan fee sebesar 30 persen dari pagu anggaran kegiatan sebesar Rp70 miliar.

“Penetapan tersangka Erwin Haija tersebut berdasarkan hasil perhitungan BPK RI, kerugian mencapai Rp 20 miliar dari kegiatan tersebut,” ujar Erwanto.

Erwanto menjelaskan, sebagai kepala BPKAD, Erwin Haija memerintahkan kepada Kabid Anggaran BPKAD untuk melakukam pemotongan anggaran sebesar 30 persen dari pagu anggaran kegiatan sosialisasi/penyuluhan kepada SKPD Kecamatan se Kota Makassar.

“Nah, sebagai bawahan, Kasubag Renkeu mengikuti perintah Erwin Haija untuk mengurangi jumlah peserta sosialisasi penyuluhan, belanja ATK dan makan minum peserta sehingga LPJ tidak sesuai dengan DPA yang ada,” katanya

Diketahui, tindakan penyidikan yang sudah dilakukan Direktorat Tipikor Mabes Polri yakni memeriksa 86 saksi. Mereka adalah 15 camat, 18 kasubbag Renkeu Kecamatan, 15 bendara pengeluaran, 11 anggota DPRD Makassar, 5 orang BPKAD, 15 PHPP, 4 orang pihak ketiga dan sebagainya.

Sebelumnya, Erwin Haija juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulsel pada Januari 2018 lalu dengan kasus yang sama. Saat ini Erwin Haija ditahan di Rutan Klas 1 Makassar.(*)

Komentar