oleh

Pemkot Makassar Merasa Dipermainkan PT GMTD

Lukman Maddu-Headline, Metro-

MAKASSAR, BP – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sepertinya sudah sangat geram oleh apa yang dilakukan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). Pihaknya merasa, PT GMTD mempermainkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Bagaimana tidak, lahan Fasilitas Umum (Fasum) yang harus diserahkan sebanyak 30 persen dari total lahan, namun diserahkan secara bertahap.

Padahal, menurut undang-undang pihak pengembang mewajibkan menyerahkan Fasum secara sepenuhnya bukan secara bertahap seperti yang diinginkan PT GMTD.

“Tidak boleh dia semau-maunya dia serahkan apapun. CPI belum beroperasi sudah mau serahkan 3,3 hektar, sementara ini (GMTD) sudah 18 tahun tidak ada satupun dia serahkan,” ucapnya, Selasa (18/8/19) di Ruang Kerja Wali Kota Makassar.

Sehingga menurut Wali Kota berlatar belakang arsitek ini, GMTD sedang mempermainkan Pemkot Makassar. Olehnya itu, pihaknya secepatnya akan mengambil langkah hukum untuk mengatasi permasalahan ini.

“Saya nanti akan adakan konfrensi pers. Saya akan datangkan pihak KPK, BPN untuk memeriksa berkas dan dokumen-dokumennya. Kita bawa ke ranah hukum saja. Kalau bukan besok yang intinya minggu ini, saya akan serahkan,” jelas Danny, sapaan akrab Wali Kota Makassar.

Danny pun mengaku, pihaknya menolak hasil pertemuan dengan pihak GMTD yang tidak mau memberikan secara penuh 30 persen lahan fasum fasos tersebut. Padahal, kata dia tanah fasum yang diserahkan PT GMTD rencananya untuk pelebaran jalan di Jalan Metro Tanjung Bunga.

“Sebenarnya ini kalau GMTD mau menyerahkan tanah fasum fasos itu, GMTD yang bakal diuntungkan. Karena kita peruntukkan untuk pelebaran jalan agar jalan masuk ke Tanjung tidak macet lagi,” tuturnya.

Diketahui, total luas lahannya sekitar 8000 meter persegi merupakan milik negara, lebih dari 4800 meter persegi yang saat ini sudah menjadi jalan, dan sekitar 2500 lebih meter persegi yang sementara dipagari oleh pihak GMTD. (*)

Komentar