oleh

Menunggu Pembuktian Jojo Juara di Korea Open

Ashar Abdullah-Olahraga, Raket-

SEOUL, BP – Tahun lalu, dua tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie alias Jojo menciptakan all Indonesian final di Korea Open. Tahun ini, meski kesempatan melihat dua pemain Merah Putih di final sudah tertutup, tapi peluang juara masih terbuka lebar.

Kekalahan Ginting dari Chou Tien Chen (Taiwan) di perempat final kemarin membuyar de javu tahun lalu. Dua tunggal putra Indonesia yang masih tersisa, Tommy Sugiarto dan Jojobentrok di semifinal sesaat lagi.

Duel kedua pebulu tangkis beda generasi itu juga menjadi ujian bagi mereka. Terakhir kali berjumpa, Jojo mengamankan kemenangan atas Tommy saat berjumpa di New Zealand Open tahun April lalu. Kala itu, Tommy mundur setelah mengalami cedera pada set kedua. Padahal putra Icuk Sugiarto itu menang pada set pertama.

Duel hari ini juga merupakan adu gengsi antara dua pebulu tangkis, dari pelatnas dan nonpelatnas. Sebagaimana diketahui Tommy kini berkarier di luar pelatnas walaupun secara peringkat dia masih di kisaran top 14 tunggal putra dunia. Terpaut satu strip lebih bagus ketimbang Jojo.

Pelatih tunggal putra pelatnas, Hendry Saputra ketika dikonfirmasi menyebutkan performa Jojo kian membaik setelah dua turnamen sebelum terpuruk. Terutama setelah dia menggamit medali emas di Asian Games 2018 lalu. “Untuk Jojo, harapan besar dia bisa pecah telur di BWF Tour,” katanya.

Susy Susanti, Kabidbinpres PP PBSI menyebutkan, pencapaian pebulu tangkis Indonesia di Korea Open ini sudah banyak perubahan. Khususnya bagi Jojo, dia mengatakan harapan besar dan penurunan usai Asian Games 2018 menjadi salah satu perhatian timnya. “Saya harapkan ini menjadi saatnya dia bisa mengakhiri turnamen dengan gelar,” katanya. (nap)

Komentar