oleh

Begini Cerita Asisten II Pemkot Makassar Selamat Dari Gempa Palu

Editor : Lukman Maddu-Metro-

MAKASSAR, BP – Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Makassar, Sittiara Kinnang yang diketahui ikut menjadi korban reruntuhan pasca gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah, saat ini sudah kembali di kediaman pribadinya. Namun, tangisnya pecah saat dikunjungi langsung Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto setia di Kota Makassar.

Beberapa waktu lalu, saat Danny sapaan akrab Wali Kota Makassar melepas tim resque Makassar ke Palu, ia juga telah menitipkan tim khusus untuk memulangkan Asisten II Pemkot Makassar yang saat itu berada di Kota Palu sebagai perwakilan Pemkot Makassar untuk menghadiri Festival Nomoni.

Danny yang saat itu baru turun dari kendaraan dinasnya langsung disambut Ira (sapaan Danny kepada Asisten II nya itu) yang memeluk Danny dan tak kuasa menahan tangis.

Danny menceritakan kepanikannya saat ia mendengar bahwa Ira terjebak direruntuhan hotel tempat Ira menginap.

“Begitu saya mendapat kabar gempa dan tsunami di Palu, saya langsung diberitahu bahwa Asisten 2 berada di tempat. Saya kemudian berupaya mencari kontak yang bisa dihubungi dan akhirnya berhasil berkomunikasi menanyakan kabar terakhir di sana,” ujar Danny, di Kediaman Pribadi Asisten II Pemkot Makassar, Senin (1/10).

Sementara, Ira terlihat menumpahkan seluruh peristiwa yang di alaminya di hadapan orang nomor satu Makassar tersebut.

“Setelah wudhu, saya berjalan mengambil mukenah. Tiba-tiba saja hotel bergoyang keras kurang lebih 1 menit. Saya berteriak ya Allah, astagfirullah, subhanallah. Beberapa perabotan mulai berjatuhan saya pun akhirnya duduk berpegangan di lantai, saya sempat berfikir mungkin inilah akhir hayatku, saya lalu mengucapkan dua kalimat sahadat,” jelas ira, saat menceritakan kronologi kejadian gempa dan tsunami tersebut.

Sesaat kemudian, Ira lalu membuka pintu kamarnya untuk menyelamatkan diri. Dilihatnya dinding-dinding hotel telah banyak yang runtuh. Tak ada lagi tangga, Ira bersama korban lainnya berusaha turun melalui jendela kecil dengan bergantungan pada sebuah pipa.

“Tapi tangan saya terlepas hingga terjatuh. Kepala saya terbentur dan berdarah, saya mencoba meraba ternyata lukanya parah sampai telunjuk saya masuk. Sesorang kemudian membalut kepala saya dengan bajunya. Tiba-tiba air dengan keras menghantam kaca-kaca dan dinding hotel. Kita berusaha naik kembali tapi tidak ada lagi tangga,” tambahnya.

Beruntung dinding hotel masih kuat menahan air sehingga tidak mengakibatkan kondisi semakin parah. Pasca kejadian, Sittiara mengaku bersyukur dan merasa lega setelah mendapat telpon dari Wali Kota Makassar. (*)

Komentar