oleh

Tolak Kebijakan Kedutaan Arab Saudi, Jumrat Gelar Aksi Damai

Editor : Ashar Abdullah-Metro-

MAKASSAR, BP – Menolak Kebijakan Keduataan Arab Saudi, ribuan Jamaah dan Masyarakat (Jumrat) menggelar Aksi damai di depan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (3/10).

Tak hanya itu, mereka juga mendatangi Kantor DPRD dan Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel untuk menyampaikan penolakan sistem pengurusan visa umroh bagi para calon jamaah.

Ketua DPD Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Keshturi) Sulsel, Dr. H. Usman Jasad mengungkapkan, aksi damai tersebut merupakan upaya penolakan kebijakan Dubes Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

“Jadi kami dari Asosiasi resmi perkumpulan travel haji dan umroh seluruh Indonesia dan juga di Makassar melakukan aksi damai hari ini untuk menolak kebijakan Kerajaan Saudi yang memberlakukan VFS Tasheel yaitu proses Biometrik bagi calon jemaah umroh yang akan berangkat,”unkapnya saat ditemui Bacapesan.com di Kantor Kemenag Sulsel, Jl. Nuri (3/10) siang

Menurutnya, kebijakan ini akan mempersulit bagi para calon Jamaah yang harus mengikuti persyaratan khusus dengan sistem Biometrik sebagai persyaratan visa sebelum pemberangkaran.

“Biometrik ini yaitu harus sidik jari dan juga rekam wajah. Kami memandang bahwa kebijakan itu menyulitkan dan memberatkan bagi calon jemaah yang akan berangkat menunaikan ibadah umroh karena itu dipersyaratkan sebagai persyaratan untuk entri devisa umroh sehingga prosesnya nanti menyulitkan,” terangnya. (*)

Komentar