oleh

Risman Minta Polri Tangkap Ratna Sarumpaet

Editor : Lukman Maddu-Politik-

MAKASSAR, BP – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal penganiayaan yang dialaminya. Pada 21 September, Ratna ternyata tidak dianiaya. Ia melakukan sedot lemak di bagian wajahnya.

Menanggapi kebohongan Ratna itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai mengatakan Ratna bisa saja membuat rakyat Indonesia terpecah belah karena ulahnya itu.

“Ratna Sarumpaet hampir membuat rakyat Indonesia terpecah, karena kebohongan yang dia lakukan,” kata Risman, Rabu (3/10).

Olehnya itu, Risman mendesak aparat kepolisian untuk menangkap Ratna. Hal ini dinilai sangat membuat publik heboh, belum lagi akan memecah belah persatuan. “Polri segera tangkap dan proses hukum Ratna Sarumpaet. Karena telah membuat kebohongan,” tambah Ketua DPP KNPI ini.

Dia juga mengatakan, Ratna yang juga masuk dalam tim pemenangan nasional pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu, sudah melakukan hal yang merusak nama pribadinya sebagai aktivis.

“Ratna telah meluluh lantahkan kredibilitas kaum pergerakan dan aktivis kemanusian serta pengiat demokrasi,” ujarnya.

Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Golkar ini menambahkan integritas Ratna dalam dunia aktivis kemanusiaan telah tamat karena telah melakukan kejahatan yang luar biasa.

“Kebohongan publik dan sangat bertentangan dengan prinsip kemanusiaan yakni tidak jujur,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet akhirnya mengaku berbohong soal penganiayaan yang dialaminya. Saat berbicara, Ratna tidak sanggup menahan tangis.

Ratna mengatakan dirinya ke dokter bedah plastik pada 21 September 2018 untuk menjalani sedot lemak. Namun, saat ditanya oleh anaknya, dia mengaku dianiaya. Pada akhirnya, cerita itu bergulir hingga ke publik dan ke Capres Prabowo Subianto yang membelanya. (RS)

Komentar