oleh

Penyebar Hoax Bendungan Bili-bili Diciduk Polda, Pelakunya Perempuan

Editor : Lukman Maddu-Hukum-

MAKASSAR, BP – Unit Cyber Crime, Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel berhasil meringkus pelaku penyebar Imbuan hoax terkait retaknya Bendungan Bili-bili di Kabupatem Gowa yang bertepatan dengan hari terjadinya Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala Sulteng.

Informasi imbaun hoax yang diposting oleh pemilik akun facebook bernama Ais itu menjadi pesan berantai dan tersebar di berbagai media sosial. Dimana imbauan itu bertuliskan “Himbauan warga Sulsel agar tidak terlalu nyenyak tidurnya dikarenakan bendungan bili-bili retak akibat gempa”. Informasi hoax itu pun sontak meresahkan warga hingga tersebar hampir di seluruh pemilik akun WhatsApp.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dicky Sondani mengatakan, keberadaan pelaku akhirnya dapat diendus setelah Unit Cyber Crime Polda Sulsel terlebih dahulu melakukan penyelidikan dan memperoleh hasil analisa awal. Keberadaan perempuan remaja itu akhirnya terdeteksi saat berada di Kabupaten Bantaeng.

Namun sekira pukul 22.00 Wita nomor pelaku sudah tak aktif lagi sehingga dilakukan analisa berdasarkan nomor WhatsApp pelaku. Warga Desa Campagaloe, Kabupaten Jeneponto itu akhirnya berhasil diamankan di rumahnya sekira pukul 07.00 wita pagi.

“Unit Cyber berangkat ke Kabupaten Jeneponto dan berhasil mengamankan pelaku saat sedang bertugas magang di Pengadilan Agama Jeneponto,” ungkap Dicky, Jumat (5/10).

Kombes Dicky mengatakan, berdasarkan kerterangan pelaku bernama Ais (17) tersebut, bermula ia mengeposkan imbaun itu setelah melihatpostingan dari salah satu teman sekolahnya di grup WhatsApp-nya pada tanggal 28 September sekira pukul 21.00 wita.

Melihat postingan gambar tersebut pelaku kemudian mendownload gambar tersebut dan membuka akun facebook miliknya sekira pukul 21.31 wita, lalu pelaku memposting gambar tersebut di grup facebook Suara Rakyat Turatea (SURAT) dengan caption atau keterangan gambar bertuliskan “BuatWargaMakassarWasapadalahSmgaPrivenaiKtaJauhDriMusibahInYaAllahAminn”.

“Setelah pelaku memposting gambar tersebut di grup facebook tersebut, ia kemudian mempertanyakan kepada temannya bernama Fida, bahwa apakah tulisan dalam gambar tersebut benar, namun temannya tidak menjawab pertanyaan tersebut,” terang Dicky.

Saat ini, kata Dicky, pemilik akun facebook yang merupakan pelaku penyebar Hoax tersebut telah diamankan bersama barang bukti berupa 1 unit handphone xiaomi redmi 5A warna silver. Dimana didalam HP tersebut masih terdapat aplikasi facebook dan akun miliknya.

Kombes Dicky menambahkan, meski demikian tersangka tidak dapat menjalani proses hukum dikarenakan usianya yang belum cukup dewasa. Pelaku merupakan Siswa salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Jeneponto.

“Tersangka tidak bisa ditahan karena UU perlindungan anak, Dia masih anak di bawah umur,” pungkasnya. (*)

Komentar