oleh

Hashim Sujono Blak-blakan Soal Prabowo

Editor : Lukman Maddu-Politik-

JAKARTA, BP – Direktur Komunikasi dan Media, Badan Pemenang Nasional Capres-Cawapres pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, Hashim Sujono Djojohadikusumo melakukan kunjungan ke Kantor Fajar Indonesia Network (FIN) di Graha L9 Fajar Group, Jalan Kebayoran Lama Jakarta Selatan pada, Selasa (8/10).

Kedatangan Adik kandung Calon Presiden Prabowo Subianto ini disambut hangat Direktur Utama FIN, H.M. Agus Salim AH, Wakil Direktur Utama FIN Dwi Nurmawan dan Yanto S Utomo, Pemimpin Redaksi FIN, Andi Muhammad Ilham serta jajaran redaksi FIN.

Hashim Sujono Djojohadikusumo hadir didampingi jajarannya di Badan Pemenang Nasional Capres-Cawapres pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Saat berdikusi santai dengan jajaran FIN, Hashim sempat membahas singkat soal perekonomian yang kini sedang melemah. Setelah berbincang yang penuh senyum dan tawa selama 2 jam, diujung acara jajaran FIN menyerahkan cendera mata kepada Hashim Sujono Djojohadikusumo.

Namun sebelum Hashim meninggalkan kantor FIN, Hashim sempat melakukan wawancara esklusif dengan redaksi FIN (fin.co.id) terkait isu-isu terkini.

berikut hasil wawancaranya :

Soal kasus Hoax Ratna Sarumpaet bagaimana bapak melihatnya?

ya terima kasih pertanyaan yang tepat. kalau menurut saya kan waktu itu pak Prabowo telah meminta maaf. namun sebetulnya pak Prabowo tidak pernah menuduh siapa siapa, pak Prabowo minta kasus ibu Ratna diusut, ini sebelelum beliau (Ratna) mengakui berbohong. Pak Prabowo memninta Kapolri untuk mengusut mencari siapa pelaku pelaku yang menganiaya ibu Ratna.

Kemudian ibu Ratna mengakui berbohong, pak Prabowo harus meminta maaf. Tapi menurut saya pak Prabowo tidak menuduh siapa siapa dan ini harus kita lihat konteksnya, kan dalam 1,5 tahun banyak kasus kasus yang belum terungkap oleh Polri. Pertama kasus pak Novel Baswedan disiram air keras, lama di rumah sakit, buta dalam satu mata. tapi sampai hari ini kalau tidak salah pelakunya belum terungkap kronologinya belum terungkap oleh pihak polri.

Kemudian setahun lalu, ada kasus pak Hermansyah di bacok ditusuk, sampai sekarang belum ada kejelasan dari pihak aparat.

Lalu kasus ibu Neno Warisman, beliau dihadang disini, di Pekan Baru , dimana dimana oleh oknum oknum yang kita sudah ketahui dateng dari Jakarta, mereka bukan asli Pekan Baru, bukan asli melayu, mereka datang menghadang.

kasus kasus seperti ini menjadi latar belakang dari pernyataan pak Prabowo, saya rasa itu saja.

Pak Prabowo sudah diberitahu ibu Ratna bahwa ibu Ratna berbohong, motifnya ibu Ratna kita belum tahu dan kami dengar polisi sedang mengusut motivasinya.

Komentar