oleh

Tim PKM Unibos Bimbing Petani Kentang di Puncak Ulu’ere

Editor : Lukman Maddu-Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BP – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Bosowa oleh Ir. Jeferson Boling, MP dan Dr. A. Muhibuddin, MP dengan melibatkan dua orang mahasiswa, melakukan pengabdian kepada mayarakat dengan memberikan bimbingan bagi kelompok petani kentang.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng, Selasa, (30/10), yang merupakan salah satu primadona kawasan puncak Agrowisata di Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa di kawasan tersebut. Selanjutnya, tim Universitas Bosowa melakukan bimbingan kepada kelompok tani dalam sistem budidaya kentang sekaligus manajemennya dan diharapkan dapat mandiri dengan inovasi teknologi budidaya pertanian.

Pada PKM kali ini bermitra dengan dua kelompok tani yaitu KT Passamaturukan dan KT Mawar, Pemberdayaan yang dilakukan meliputi teknik pembibitan kentang, teknik pengendalian terpadu hama dan penyakit, teknik pemanfaatan dan pembuatan pupuk organik; teknik budidaya kentang, perbaikan manajemen, dan pengembangan usaha industri rumah tangga berbahan baku kentang, seperti (donat kentang, kripik kentang dan lainnya).

Diharapkan dengan pelibatan mitra secara langsung, dapat mengadopsi seluruh rangkaian kegiatan teknik budidaya dan manajemen usaha kentang dan selanjutnya, menyebarluaskan kepadakelompok tani lainnya yang ada di wilayah kecamatan Ulu Ere dan sekitarnya.

Menurut Ir Jeferson Boling, MP root of problem yang harus diatasi pada wilayah mitra kelompok tani di wilayah ini adalah aspek produksi yang meliputi tingginya penggunaan pupuk kimia, Pestisida dan Herbisida untuk menanggulangi serangan Hama dan Penyakit tanaman untuk meningkatkan produksi.

“Sedangkan dari aspek manajemen adalah sistem manajemen distribusi benih yang tidak jelas sumbernya, sehingga Kelompok Petani tidak mengetahui asal usul sumber benih untuk pertanamannya, ketersediaan benih yang tidak tepat, baik dari sisi jumlah, kualitas, ketepatan waktu distribusi, harga yang bersaing, dan pelayanan yang lambat” tambahnya. (*)

Komentar