oleh

Penerbitan 17 Akta Hibah Sarat Kongkalikong, Notaris Faisal Dipolisikan

Editor : Lukman Maddu-Daerah, Pinrang-

PINRANG, BP – Ada 17 Akta Hibah yang diterbitkan Notaris PPAT Faisal SH.,M.Kn yang beralamat di Jalan Sulthan Hasanuddin, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang diduga sarat manipulasi, yang berimplikasi hukum.

Faisal dilaporkan oleh Sari Bulan (45) warga Kelurahan Padaidi Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang melalui pengacaranya Supriyono,SH, M Hum dan Feri Chandra Irawan, SH yang beralamat di kantor Pesisir Tengah IV nomor 16 Panarukan Situbondo Jawa Timur.

Dalam Laporan tersebut yang ditujukan ke Kapolres Pinrang Cq. Kasat Reskrim Poles Pinrang. selain melaporkan Notaris PPAT Faisal sebagai terlapor II dan Muhammad Djakfar warga dusun Dolangan Desa Makkawaru Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang sebagai terlapor I.

Supriyono selaku kuasa hukum Saribulan menuturkan, diduga kuat ada manipulasi perbuatan melawan hukum atas terbitnya 17 akta hibah yang diterbitkan Notaris Faisal sebagai terlapor II, dalam proses pembuatan Akta hibah 17 obyek tanah sawah dari pemilik Hj. Hindong kepada Muhammad Djakfar sebagai terlapor I di tahun 2015 silam.

Supriyono menambahkan, dugaan manipulasi penerbitan 17 Akta Hibah tersebut, didasari adanyakejanggalan. Pasalnya, pemilik tanah atau pemberi Hibah sudah menderita sakit stroke sejak 2011. Oleh karena itu bisa dianggap tidak sehat jasmani dan rohani.

Anehnya, tahun 2015 Faisal selaku Notaris menerbitkan Akta Hibah atas nama Muhammad Djakfar selaku terlapor I. Atas dasar itu, kepemilikan di sertifikat diubah oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pinrang.

Saribulan menambahkan, status Muhammad Djakfar sebagai terlapor I, dia hanya keponakan dari suami pemilik tanah atau pemberi hibah.

“Muhammad Djakfar itu hanya keponakan dari H. Hasan yang merupakan suami dari Hj. Hindong, sementara itu, kami lima bersaudara yang merupakan ponakan langsung dari Hj. Hindong tidak dibolehkan menjenguk sejak beliau sakit,” ungkapnya.

Saribulan menegaskan, mewakili ke 4 saudaranya, tidak akan tinggal diam dan akan berusaha semampunya untuk mengembalikan hak milik tantenya yang diduga dirampas dengan tidak bermoral oleh terlapor I dan dibantu oleh terlapor II. (*)

Komentar