oleh

Kasus Fee 30 Persen Pemkot, Bareskrim Polri Bidik Tersangka Baru

Editor : Lukman Maddu-Headline, Hukum-

MAKASSAR, BP – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membidik tersngka baru dalam kasus dugaan korupsi fee 30 persen di Pemkot Makassar.

Direktur Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Erwanto Kurniadi mengatakan, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Bareskrim Polri bersama penyidik Polda Sulsel telah memeriksa 288 saksi.

“Untuk kasus fee 30 persen, 288 saksi telah diperiksa. Baik dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri maupun yang diperiksa oleh Polda Sulsel sendiri,” ujar Erwanto Kurniadi, Selasa (6/11).

Ia menyebutkan, 288 saksi yang telah diperiksa diantaranya, 75 peserta sosialisasi, 92 lurah, 29 narasumber, 4 vendor, 2 kurir, 15 camat, 18 kasubag, 4 orang TAPD, 4 orang dari BPKAD Pemkot Makassar, 15 bendahara pengeluaran, 14 PPHP serta 16 anggota DPRD Makassar.

Erwanto menegaskan, jika dalam pemeriksaan akan muncul tersangka baru. Ia memastikan ada tidaknya tersangka baru ketika penyidik telah menyelesaikan rangkaian proses pemeriksaan saksi-saksi.

“Untuk tersangka baru tergantung dari hasil pemeriksaan dan fakta-fakta yang diperoleh oleh penyidik dari hasil pemeriksaan nantinya. Tersangka baru akan muncul setelah semuanya telah diperiksa oleh penyidik,” tegasnya.

Terkait pemeriksaan 16 anggota DPRD Kota Makassar itu, Erwanto menegaskan jika hal itu masih sebatas saksi. “Pemeriksaan anggota dewan itu kapasitasnya sebagai saksi,” jelasnya.

Adapun nama-nama anggota dewan yang diperiksa yakni, Wahab Tahir, Erik Horas, Farouk M Beta, Fachruddin Rusli, M Zaenal Beta, Irwan Jafar, Mesakh Remon, Rahman Pina, Supratman, Abdi Asmara, Adi Rasyid, Busranuddin Baso Tika, Jufri Pabe, Sangkala Saddiko, dan Susuman Halim.

Koordinator Investigasi Anti Corrupction Commite (ACC) Sulawesi, Anggareksa, meminta kepada pihak penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri agar serius dan independen serta bebas dari intervensi dalam penanganan kasus tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan saksi hanya bagian dari satu alat bukti, sedang untuk menaikan status penyelidikan ke tahap penyidikan diperlukan dua alat bukti.

Komentar