oleh

Bahaya Kandungan Pembalut Jika Masuk ke Tubuh Hingga Menyasar Otak

Editor : Ashar Abdullah-Gaya Hidup, Kesehatan-

BP – Fenomena perilaku remaja yang menggunakan zat-zat berbahaya untuk mendapatkan efek halusinasi (fly) semakin mengkhawatirkan. Setelah ditemukan perilaku remaja menggunakan lem Aibon untuk merasakan fly, belakangan ini masyarakat digegerkan dengan kasus remaja di Semarang, Jawa Tengah, yang justru menggunakan air rebusan pembalut.

Kedua perilaku tersebut jelas berbahaya dalam jangka pendek maupun dalam waktu yang lama. Sebab bisa langsung menyerang susunan saraf otak.

Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jufri menjelaskan hingga saat ini belum ada penelitian yang dilaporkan mengapa zat di dalam pembalut menimbulkan rasa fly. Namun untuk kepastian kandungannya masih dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Semarang.

“Ya, bukan psikotropika, (tapi) ya jelas berbahaya. Belum ada penelitian yang dilaporkan (membuat fly),” kata Mahdi kepada JawaPos.com, Kamis (15/11).

Tapi, Mahdi menegaskan beberapa kandungan di dalam pembalut seperti klorin dan sodium polyacrylat berbahaya bagi tubuh. “Kemungkinan iya (menyerang susunan saraf otak), tegasnya.

Masyarakat lebih mengenal klorin sebagai kaporit. Biasanya digunakan untuk penjernihan air. Klorin akan berbahaya jika terpapar tubuh baik itu tertelan atau terkena di area mata dan saluran pernapasan. Efeknya bisa menyebabkan masalah kulit, iritasi, dan kanker dalam jangka panjang.

Sedangkan Sodium Polyacrylate adalah bubuk bahan kimia yang ditambahkan pada bagian dalam pembalut. Fungsinya sebagai penyerap. Jika terpapar tubuh maka bisa menimbulkan iritasi atau alergi.

Perlu diketahui, hasil terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan kalau efek fly dari air rebusan pembalut hanyalah sugesti. Air rebusan pembalut berbahaya bagi kesehatan namun tidak menimbulkan candu.

Kepala BNN Kota Tegal AKBP Windarto mengatakan, hal itu mengacu hasil investigasi sementara. Sebab, dari hasil investigasi, assesment, dan uji lab tidak menunjukkan adanya indikasi zat napza maupun halusinogen seperti marak diperbincangkan dari temuan sejumlah remaja yang mabuk di Jawa Tengah belum lama ini.

(ika/JPC)

Komentar