oleh

DPRD Maros Buka Peluang Rekomendasi Pembentukan Tim Khusus Money Politic

Editor : Lukman Maddu-Daerah, Maros-

MAROS, BP – Enam dari 64 desa yang menghelat pilkades serentak, 31 Oktober lalu, diwarnai protes. Labuaja salah satunya. Kandidat petahana, Nurbaeti Lanti, melaporkan dugaan money politic yang dilakukan calon nomor urut 2, Asdar.

Komisi I DPRD Maros memediasi. Rapat dengar pendapat digelar Senin (19/11/2018) di ruang rapat paripurna dewan. Panitia, pengawas, para calon, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dihadirkan.

Setelah mendengar pemaparan pelapor maupun penyelenggara dan pengawas, Ketua Komisi 1 DPRD Maros, Ikram Rahim mengatakan, tidak tertutup kemungkinan dewan merekomendasikan ke bupati untuk pembentukan tim khusus penanganan dugaan money politic di Labuaja.

“Kami akan pertemuan sekali lagi sebelum mengambil kesimpulan. Bukti kesaksian yang diserahkan pelapor juga akan kami pelajari lagi,” ucapnya.

Nurbaeti sebagai pelapor berharap semua pihak tidak menutup mata pada indikasi pelanggaran yang semakin terkuak. “Kalau dibiarkan, ini akan jadi alamat buruk untuk penegakan demokrasi di Kabupaten Maros,” ucapnya.

Dalam RDP, dia mengungkap adanya surat pernyataan yang diteken empat calon di Pilkades Labuaja pada 24 Oktober 2014. Berisi komitmen tidak melakukan money politic.

“Faktanya kemudian ada yang melanggar. Dia sendiri yang langsung mengetuk rumah beberapa warga dan memberikan uang. Saya kira kita mesti menjalankan kesepakatan dan sanksinya,” imbuhnya.

Komentar