oleh

Perempuan Mandiri

-Kolumnis

MENDISKUSIKAN tentang perempuan mandiri, banyak mendapat respon baik dari kalangan perempuan sendiri, maupun dari laki-laki.

Dalam sebuah pertemuan yang penulis hadiri sebagai salah satu narasumber, terungkap bahwa laki-laki yang memilih untuk mencari pasangan hidupnya cenderung enggan memilih perempuan yang mandiri, perempuan yang mandiri tidak butuh kita (dibaca laki-laki) dan terkadang perempuan mandiri tidak mau mendengar, dan semangat mengontrolnya lebih besar, karena dalam benaknya toh saya punya segalanya dan tidak tergantung pada suami!.

Dalam benak penulis teringat akan kehidupan rumah tangga yang penulis jalani bersama seorang laki-laki yang sangat mengerti akan kemandirian seorang perempuan. Meskipun kemandirian terkadang tidak bisa didefinisikan secara harfiah.

Dengan memilih menjadi perempuan mandiri akan membuat perempuan lebih fokus pada prioritas pilihan hidup yang akan dijalani dan tidak perlu takut dalam menghadapi resiko atas sebuah pilihan.

Banyak Perempuan Mandiri yang menjalani kehidupannya, dan berani mengambil keputusan serta menghadapi resiko atas sebuah pilihan, tanpa membawa identitas keperempuanannya untuk menghadapi tekanan-tekanan yang dihadapinya.

Kemandirian perempuan membuat sosok perempuan mempunyai sikap, ketegasan dan keberanian sehingga mampu untuk berdaulat atas tubuh, pikiran, dan kehidupannya. Seorang perempuan mandiri akan tahu bahwa dia tidak layak untuk diperlakukan tidak adil, mengalami kekerasan dalam rumah tangga, mengalami eksploitas seksual dengan cara apapun, serta berserah diri dalam menjalankan kehidupan rumah tangga yang membelenggu pikirannya.

Tidak banyak perempuan yang menggunakan kemandiriannya dalam mengambil keputusan atas tubuhnya, jikapun ada perempuan yang menggunakan kemandirian atas tubuh dan pikirannya hal itu masih menjadi hal yang tidak biasa dalam masyarakat, dan cenderung perempuan tersebut dianggap menyalahi kodratnya.

Menjadi mandiri bukan berarti perempuan hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Menjadi mandiri bukan berarti perempuan tidak menjadi lembut, menjadi mandiri bukan berarti tidak menghargai laki-laki, menjadi mandiri bukan berarti tidak lagi memasak, mengurus anak, dan pekerjaan domestik lainnya. kemandirian tidak akan merubah perempuan menjadi seorang yang mengabaikan segala sesuatu yang yang bisa dilakukan dalam peran perempuan sehari-hari.

Komentar