oleh

Maulid Nabi, Misbahuddin Basri Berharap Lahir Pemimpin Muda Yang Mencontoh Rasulullah

Editor : Lukman Maddu-Bantaeng, Daerah-

BANTAENG, BP – Calon Legislatif (Caleg) DPRD Bantaeng Dapil III (Tompobulu – Gantarangkeke) nomor urut dua dari Partai Gerindra, Misbahuddin Basri, S.Sos punya pemaknaan tersendiri mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Maulid Nabi diperingati sebagai hari besar Islam yang merupakan perwujudan dari rasa bahagia akan hadirnya tokoh yang menjadi panutan bagi seluruh ummat manusia.

“Maulid Nabi yang diperingati sebagai hari besar Islam adalah perwujudan dari rasa bahagia akan hadirnya tokoh yang menjadi panutan bagi seluruh ummat manusia bahkan hadirnya sebagai rahmatan lilalamin (rahmat bagi seluruh alam),” ujarnya, Kamis (22/11).

Baginya, kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah petunjuk bagi siapa saja sebagai suri tauladan dalam menjalankan kehidupan di muka bumi.

“Kehadirannya menjadi petunjuk bagi siapa saja sebagai suri tauladan dalam menjalankan kehidupan ummat Islam khususnya, oleh karena itu patutlah kita berbangga dan tidak pernah berhenti bersyukur, karena kehadiran sosok Insan khamil yang mampu mewarnai jagad semesta beserta isinya,” katanya.

Lebih lanjut, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang dimandati oleh Allah SWT sebagai pembawa kebenaran dalam penyempurnaan akhlak.

“Beliau (Nabiuallah Muhammad SAW) adalah Sosok yang dimandati langsung oleh Allah SWT Sebagai pembawa risalah kebenaran, meluruskan Aqidah, menyempurnakan Akhlak. Beliau lahir ditengah jaman jahilia kemudian mengubahnya menjadi jaman Islamia,” terangnya.

Dia berharap, dengan peringatan Maulid ini menjadi contoh bagi semua, semoga apa yang kita lakukan menjadi ibadah di mata Allah SWT, besar harapan dari peringatan ini tidak hanya berurusan soal ibadah tetapi lebih jauh dari itu termasuk urusan sosial dan politik.

“Semoga kedepan lahir pemimpin -pemimpin muda dengan mencontoh Rasulullah SAW lahir sebagai poros politik perjuangan yang membawa maslahat yang bagi masyarakat banyak,” pungkas Tenaga Ahli Azikin Soltan ini. (*)

Komentar