oleh

Juara, PSM Butuh Keajaiban

-Headline, Olahraga, Sepakbola

MAKASSAR, BP – Mimpi PSM Makassar untuk juara di Liga 1 Indonesia 2018 memang masih terbuka. Pasukan Ramang kini menanti kejaiban dari Dewi Fortuna untuk menjuara kasta tertinggi bola Indonesia tersebut.

Anak asuh Robert Rene Alberts itu harus merelakan puncak klasemen kepada Persija Jakarta di pekan ke 33 ini. Hal itu menyusul hasil kurang memuaskan yang diraih PSM saat bertandang di Stadion PTIK, markas Bhayangkara FC, pada Senin (3/12/2018) malam. Kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Sehari sebelumnya, Persija menang atas Bali United dengan skor 2-1, membuatnya kini bertengger di pucuk dengan perolehan 59 poin. Selisih satu poin dengan PSM Makassar, total 58 poin.

Pada laga terakhir nantinya, PSM akan menjamu PSMS Medan, di Stadion Andi Mattalatta, pada 9 Desember. Pada hari yang sama pula, Persija Jakarta akan menjamu Mitra Kukar.

Skuat Juku Eja bisa merebut gelar juara, dengan dua catatan. Pertama, Persija harus kalah atas Mitra Kukar. Sedangkan, PSM harus mampu menang atas PSMS Medan.

Kedua, apabila Persija bermain imbang dengan Mitra Kukar. Sedangkan, PSM menang dengan raihan gol yang besar, minimal selisih 6 gol. Jika menang dengan selisih di bawah 6 gol, maka Persija yang akan tetap merengkuh gelar juara.

Jika PSM meraih juara, trofi liga akan menjadi yang pertama setelah puasa sangat panjang. Juku Eja sejak 1999/2000. PSM menjadi juara era Liga Indonesia saat mengalahkan Pupuk Kaltim 3-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 23 Juli 2000. Setelah era tersebut, PSM. Tiga kali runner-up menjadi pencapaian terbaik Juku Eja.

Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts mengaku bangga dengan permainan seluruh pemainnya saat menghadapi Bhayangkara FC. “Mereka memperlihatkan permainannya dengan ngotok untuk bisa menciptakan gol. Saya bangga pemain saya,” katanya.

Ia optimis jika PSM masih bisa meraih gelar juara meski pertandingan menyisakan satu laga lagi. “Kami tetap optimis,” jelasnya.

Komentar