oleh

Ada Rp37 Miliar Pajak di Pangkep Yang Belum Terbayar

-Daerah, Pangkep

PANGKEP, BP – Dalam kurun 5 tahun terakhir, tunggakan dari potensi pajak di Kabupaten Pangkep capai angka Rp37 miliar, hanya saja pungutan tersebut tidak dapat dimaksimalkan, lantaran rendahnya kesadaran para wajib pajak untuk membayar pajak.

Kepala Seksi pendataan dan penagihan, UPT Pendapatan Wilayah Pangkep, Bapenda Sulsel, Tawakkal, di sela Sosialisasi Pajak Daerah yang digelar di Mattampa inn, Kamis (06/12).

“Hingga oktober tahun ini, ada sekitar Rp37 miliar pajak di Pangkep yang tidak terbayar, sumbernya dari masyarakat, pengusaha, randis, termasuk kendaraan pribadi pejabat,” ungkap Tawakkal.

Dia menambahkan, hingga saat ini di Pangkep, partisipasi masyarakat untuk membayar pajak baik termasuk pajak kendaraan hanya diangka 57 persen. Bahkan, banyak pengusaha dan perusahaan di Pangkep belum menyelesaikan tunggakannya.

“Partisipasi masih kurang, andai partisipasi masyarakat kita capai 65 persen saja, saya yakin target pajak tiap tahun di Pangkep akan tercapai, bahkan melampaui target,” jelasnya. (*)

Diketahui sebelumnya UPT Pendapatan Wilayah Pangkep merincikan jumlah tunggakan randis pemda Pangkep, dimana pajak randis yang tidak melakukan pengesahan ulang berjumlah Rp.345,4 juta, diluar dari pajak yang sudah kadaluarsa sebesar Rp.192,8 juta, dengan total tunggakan capai setengah miliar atau Rp538,8 juta.

Untuk tahun 2018, UPT Pendapatan Wilayah Pangkep Hingga awal desember sudah merealisasikan pajak kendaraan sebesar Rp27, 7 Miliar, atau 90,67 persen serapan dari target 2018 sebesar Rp30 miliar.

Selain pajak kendaraan, UPT Pendapatan wilayah Pangkep, juga bertanggung jawab atas pungutan pajak lain, seperti bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan, dan pajak rokok, dengan jumlah bagi hasil ke kas daerah pangkep, yang mencapai Rp40 miliar rupiah.

Komentar