oleh

Nyaleg, Anak Kepala Daerah Belum Aman

-Headline, Politik

MAKASSAR, BP – Anak kepala daerah (Bupati) beberapa daerah di Provinsi Sulsel, ramai-ramai ikut mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) pada Pileg 2019 mendatang.

Mereka di antaranya, Azizah Irma Irwan (Putri Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid), Arham Basmin (Putra Bupati Luwu terpilih Basmin Mattayang), Windy Biringkanae (Putri Bupati Tana Toraja Nico Biringkanae).

Selanjutnya ada anak dari Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, Isman Triyadi Iksan. Tak ketinggalan putra dari Bupati Enrekang Muslimin Bando, Mitra Fachruddin MB dan Aura Aulia Imandara yang tak lain adalah anak Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.
Namun perjalanan untuk menjadi wakil rakyat di parlemen tak semudah itu meski menyandang status anak kepala daerah.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus mengatakan, anak kepala daerah masih rawan dalam hal persaingan bersama caleg petahana. Namun mereka punya peluang lolos lebih besar jika mampu memanfaatkan pengaruh orang tuanya. “Rawan, tapi mereka punya keunggulan elektoral yang diwariskan orang tuanya,” ujar Nurmal.

Jika dilihat fakta saat ini, kata Nurmal, timbul pertanyaannya, apakah mereka (anak kepala daerah) mampu memanfaatkan kelebihan itu. Kan tidak. “Faktanya, tak semua anak kepala daerah selama ini mampu memanfaatkannya,” tutur Nurmal.

Direktur IPI, Suwadi Idris dengan singkat mengatakan, status anak kepala daerah itu bukan jaminan akan terpilih. Namun anak kepala daerah cukup diuntungkan. Sebab mereka punya back up cost politik dan jaringan orang tuanya.

“Walaupun anak pejabat. Figur juga jadi rujukan pemilih. Sebab pemilih makin cerdas dan makin kritis dalam memilih,” singkatnya.

Pakar Politik Unhas Makassar, Azwar Hasan berpendapat, dalam percaturan politik, baik Pileg mapun Pilkada, jika anak kepala daerah ikut bertarung tidak selamanya mulus.

Komentar