oleh

Rahmat : Pileg 2019 adalah pileg yang bermartabat.

Editor : Ashar Abdullah-Kolumnis-

Beberapa bulan kedepan rakyat indonsesia akan disuguhkan dengan pesta demokrasi tepatnya tanggal 17 April 2019, masayaralat akan menghadapi pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilhan anggota DPR RI, DPD, dan DPRD. maka dalam menyambut momentum besar ini, para aktor politikpun senantiasa berbenah merebut hati dan simpati masyarakat agar bisa meminang kursi di parlemen nantinya.

Gejolak politik ini kian terasa di masa-masa menjelang pemilihan, apa lagi masuk tahapan kampanye para calonpun siap tempur dengan amunisi terbaik yang mereka miliki.

Termasuk pemilihan legislatif di kabupaten enrekang, nuansa persaingan pun mulai terasa menjelang masa-masa pencoblosan. Beragamnya figur calon yang maju di pileg DPRD ini menjadikan pemilihan ini menjadi amat berkelas.
Salah satu kandidat pun mulai meruak kepermukaaan salah satunya yakni representasi dari politisi muda sekalgus mewakili generasi milenial Rahmat S.Pd, M.Pd sebagai salah satu calon anggota DPRD di partai demikrat nomor urut 3, optimistis bersaing dengan para kandidat yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan.

Berprofesi sebagai Dosen di STKIP muhammadiyah Enrekang rahmat menuturkan bahwa menjadi anggota DPR adalah sebuah pengabdian untuk masyarakat, sebagai akademisi dan generasi muda yang energik, punya misi dan kontribusi yang nyata nantinya. Menurutnya anggota DPR belum mengoptimalkan peranya sebagai abdi masyarakat ini terlihat dari minimnya perda yang lahir di tengah dinamisnya gejolak di masyarakat.

Maka dari itu dia bervisi nanti setelah terpilih akan mengoptimalkan 3 fungsi inti anggota yaknifungsi legislasi, pengawasan kebijakan pemerintah agar tepat sasaran dan juga pungsi penganggaran agar apbd betul-betul terdistribusi dengan layak ke masyarakat yang membutuhkan

Namun ia pun tak gentar meski banyak petahanan yang maju kembali di pileg ini baginya ini merupaka sebuah tantangan sekaligus peluang, peluang karena anggota dewan yang maju sudah terlihat kinerja di masyarakat, ketika masyarakat menilai kinerja dewan ini belum bisa mewujudkan keinginan maayarakat maka ini menjadi peluang bagi saya untuk masuk dan mengamankan kursi di DPR, selanjutnya ia menuturkan agar pemilhan ini menjadi pemilihan yang bermartabat dan menjadi ajang pencerdasan politik di masyarakat
Ia beeharap agar semua calon yang bertarung betul-betul bertarung secara adil tanpa ada permainan money politik di dalamnya sehingga ini tidak menjadi jalan bagi anggota untuk melakukan tindakan korupsi. Oleh karena itu figur yang terpilih adlaah betul-betul figur yang layak bukan yang terpilih karena uang.

Selanjutnya ia akan menyasar segala kalangan untuk meraup suara, terleboh lagi para pemilih pemula sebagai bagian dari generasi muda ia yakin bisa meraup suara sebanyak banyaknya dan duduk di kursi parlemen nantinya.

Maka ia berharap agar pileg ini menjadi pileg yang bermartabat, pemilihan yang betul-betul diinginkan masyarakat dan yang dudukpun betul-betul murni dari aspirasi masyarakat,” jelasnya. (*)

Komentar