oleh

Hamka Haq Albadri

-Kolumnis

Prof. Dr. Hamka Haq Albadri, MA adalah seorang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kelahiran Barru, Sulawesi Selatan, 18 Oktober 1952, komisi delapan, bidang agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.

Hamka berkisah, awalnya tertarik masuk ke dunia politik praktis karena ingin berdakwah Islam. Minat dan komitmen itu terucap ketika Hamka bersama dua koleganya, Prof. Dr. Jalaluddin Rahman dan almarhum Dr. Harifuddin Cawidu ketika ketiganya masih aktif sebagai akademisi di kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Niat mereka pun terwujud. Harifuddin Cawidu masuk partai Golkar dan sempat menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jalaluddin Rahman masuk PPP dan pernah menjadi Anggota DPRD I SulSel, dan Hamka yang kini menjadi Anggota DPR RI dari fraksi PDIP.

Niat awal Hamka masuk Senayan adalah untuk menyuarakan aspirasi Perguruaan Agama. Hamka kecewa melihat wakil-wakil rakyat di DPR RI yg pada umumnya berbicara soal proyek fisik pendidikan. Padahal yang paling utama ialah penyempurnaan kurikulum dan perbaikan nasib para tenaga kependidikan yg bergelut dalam pengelolaan dan pengajaran tanpa melupakan sarana fisiknya.

Niat dan peran berdakwah Hamka terbilang tercapai di PDIP. Hamka selain tercatat sebagai pengurus teras PDIP, juga dipercaya sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), organisasi Islam bentukan dan binaan PDIP, yg digagas alm. Bapak Taufiq Kuemas bersama Prof. Dr. Din Syamauddin dan alm. KH. Hasyim Muzadi. Hamka sering mendapat tugas sebagai pemberi nasehat dan pemimpin doa Islam di berbagai kegiatan PDIP yang dihadiri oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP dan Presiden Jokowi.

Hamka kini fokus berjuang karena kembali dicalonkan sebagai anggota legislatif DPR RI, 2019-2024 oleh PDIP di daerah pemilihan Jawa Timur II, meliputi kabupaten Pasuruan dan kota Probolinggo.

Saya ikut berdoa, semoga Prof. Hamka Haq, guru saya, kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI. SM

Tanah Abang, 23 Desember 2018

Komentar