oleh

Egois dan Harga Diri

-Kolumnis

BANYAK orang sering terjebak pada asumsi, bahwa seuatu itu dianggap penting untuk dirinya sendiri atau tidak cukup penting bagi dirinya, yang kemudian dijadikan tolak ukur dalam mengambil sikap. Hal seperti ini kemudian sering dikaitkan dengan ego.

Apa sebenarnya egoisme itu ? Edward Bok, seorang editor ahli kemanusiaan mengatakan ego adalah bunga api surgawi yang ditanamkan dalam diri manusia yang hanya laki laki dan perempuan yang memarakkan bunga api surgawi di dalam dirinya saja yang bisa melakukan perbuatan besar.

Edward Bok seolah berkata, ada sisi lain dari ego yang bisa membantu seseorang bergerak lebih cepat dan lebih besar dari apa yang biasanya dia lakukan.

Apapun yang anda coba sebut untuk istilah ego, atau apapun yang anda kaitkan dengan ego, apakah “martabat manusia”, “kepribadian”, atau apapun, maka akan selalu ada dalam lubuk hati manusia yang menuntut adanya penghargaan. Dalam kenyataannya, ada empat fakta antara egois dan harga diri yang sering terjadi dalam kehidupan kita.

Pertama bahwa kita semua egois, kedua kIta semua lebih tertarik kepentingan kita sendiri dari apapun lainnya di dunia ini, ketiga setiap orang yang anda temui, ingin merasa penting dan ingin “unggul dalam sesuatu.” dan keempat ada keinginan besar setiap manusia mendapatkan persetujuan orang lain agar dia bisa menyetujui diri sendiri.

Coba kita renungkan baik-baik, apakah kondisi di atas sering kita alami dalam kehidupan sehari hari ? Dalam berbicara, bertransaksi jual beli, berkendaraan di jalan raya, berjalan sendiri di sebuah mall, berbicara dengan anak anak atau dengan istri ? Kita semua membutuhkan harga diri.

Hanya orang yang belajar menyukai dirinya, yang mampu bersikap dermawan, dan bersahabat dengan orang lain. Harga diri ditentukan seberapa baik anda menyukai diri anda. Ingatlah kalimat ini “Orang yang mementingkan diri sendiri, bukan “menderita” karena harga diri yang terlalu tinggi, melainkan karena merasa harga dirinya terlalu rendah.”

Jika anda punya hubungan yang baik dengan diri sendiri, anda akan punya hubungan baik dengan orang lain. Jika anda bertikai dengan dengan seseorang, permasalahan utamanya adalah karena ada yang merasa harag dirinya direndahkan. Solusinya adalah perbaiki harga dirinya, maka hubungannya akan membaik. Begitu dia berhasil mengatasi ketidak puasannya yang menyakitkan pada dirinya, dia tidak mencela dan lebih toleran. (**)

Komentar