oleh

Harapan 2019

Editor : Lukman Maddu-Kolumnis-

KEHIDUPAN yang lebih baik adalah harapan setiap manuasia tanpa terkecuali, perempuan, laki-laki, orang tua, dan anak-anak akan berharap kehidupan di tahun 2019 akan lebih baik dari kehidupan sebelumnya.

Meskipun harapan tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan, bukan berarti kita kehilangan dan berhenti untuk berharap. Di akhir tahun 2018 banyak ruang untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup kita dalam mengarungi kehidupan selama setahun.

Desember 2018 bertepatan dengan hari Ibu, dimana penulis menerima dua penghargaan Gender Champion dan Child Protection Champion dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penggiat pada isu perempuan dan anak.

Penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi diri penulis untuk selalu berjuang dan berharap untuk kepentingan terbaik perempuan dan anak. Berharap di tahun 2019 menjadi harapan bagi penulis, jika kita kilas balik di tahun 2018 begitu banyak persoalan yang dialami perempuan.

Perempuan menjadi korban kekerasan baik secara fisik muapun psikis, kejahatan seksual masih terjadi dimana perempuan dan anak menjadi korban, Perkawinan Anak masih banyak terjadi, semua itu menjadikan perempuan dan anak menjadi korban, dan kondisi ini masih jauh dari harapan untuk membebaskan perempuan dan anak dari korban kekerasan.

Sepanjang tahun 2018 beragam bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan, bahkan kekerasan yang terjadi semakin ekstrim dan banyak berujung pada kematian. Kehilangan nyawa bagi perempuan korban kekerasan tidak juga menjadikan ruang kekerasan menyempit, bahkan perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual menghadapi kondisi yang pahit dalam menggapai perlindungan hukum.

Harapan harus dibarengi dengan kekuatan yang besar untuk saling bersinergi dengan kekuatan lain yang ada. Berharap pemerintah akan memberikan perlindungan bagi perempuan dengan anak dengan melahirkan kebijakan–kebijakan yang pro dan adil bagi perempuan. Berharap agar Pergurun Tinggi (PT) melakukan kajian-kajian dan publikasi yang memberi gambaran terhadap persoalan perempuan dan anak serta memberi solusi dari persoalan yang ada.

Demikian pula dengan tokoh agama, berperan untuk berkontribusi dalam mewujudkan keadilan bagi perempuan dan anak melalui syiar-syiar dalam setiap acara keagamaan.

Harapan untuk mewujudkan keadilan bagi perempuan dan anak ditahun 2019 tidak mudah terwujud jika tidak dibarengi dengan membangun kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah, perguruan tinggi, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan sipil lainnya.

Kita berharap ditahun 2019, akan lahir kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap perempuan korban kekerasan seksual, dengan mempercepat pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (**)

Komentar