oleh

Politik untuk Kepentingan Rakyat

Editor : Lukman Maddu-Wawancara-

MAKASSAR, BP – Politik bukan untuk berburu kepentingan. Tapi politik adalah seni mengelola kepentingan orang banyak. Apalah artinya suatu kepentingan politik kalau tidak dibarengi dengan kepentingan rakyat.

Tak pernah terbesit di benak Hj Andi Tenri Sose untuk terjun ke dunia politik. Tapi, ketertarikan putri dari Andi Sose ini terhadap dunia politik, setelah ia merasa bahwa politik bukan sekadar kepentingan. Tapi, politik merupakan seni untuk mengelola kepentingan orang banyak, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan partai politik.

Perempuan yang besar di Makassar dan mengecap pendidikan di Jakarta ini sebenarnya jarang pulang ke Kabupaten Enrekang. Ia hanya pulang kampung ke rumah neneknya di Enrekang yang saat itu merupakan raja, saat libur saja.

Awalnya, ia berpikir politik adalah tempatnya kepentingan-kepentingan. Namun, setelah masuk ke dunia politik itu, ia menyadari bahwa politik itu adalah seni. Politik adalah seni mengolah kepentingan orang banyak. Ada seni dalam politik, jadi bukan hanya hal yang negatif. Kalaupun ada yang negatif, maka itu tergantung pada individunya, person to person.

Sebenarnya, tidak mudah memutuskan berkarier di politik. Apalagi, awalnya keluarga kurang mendukung dan justru menertawainya. Saudara-saudaranya pun bertanya kenapa mesti memilih dunia politik? Pihak keluarga cukup apatis, menilai jika politik hanyalah kepentingan semata, negatif, dan ambisi mendapatkan kekuasaan. Ia pun harus berjuang meyakinkan pihak keluarga, dengan menjadikan pemimpin di zaman dulu sebagai cermin. Figur-figur pemimpin di zaman dulu yang sederhana dan fokus memperjuangkan kepentingan rakyat.

Tapi, Andi Tenri Sose memutuskan memilih bergabung dengan Partai Golkar. Bukan tanpa alasan, baginya Golkar adalah partai yang sudah sangat dewasa dalam berpolitik. Partai yang sudah lama, partai yang besar dan sangat kuat. Apalagi, keluarga besarnya juga merupakan kader Golkar.

Pilihan hatinya bergabung dengan Golkar, membuatnya semakin fokus di politik. Apalagi, setelah menjadi calon anggota legislatif, ia semakin tertantang sebagai salah satu kader perempuan yang terpilih pada saat itu. Saat sosialisasi sebagai caleg itulah, dimana ia bersentuhan langsung dengan masyarakat, membuatnya semakin jatuh cinta. Masyarakat dengan keluguannya, mempunyai harapan-harapan besar dan sangat natural. Hal itulah yang membuatnya semakin tertantang untuk menjembatani kesejahteraan mereka.

Andi Tenri Sose mengaku belum merasakan sisi negatif terjun ke dunia politik. Ia hanya fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah memilihnya. Memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memfasilitasi mereka sesuai dengan tupoksinya di Komisi A DPRD Sulsel. Andi Tenri Sose selalu menjelaskan kepada konstituennya, bahwa tidak semua kepentingan mereka bisa ia bantu, apalagi dalam bentuk proyek. Namun, ia akan membantu dengan fasilitas lain. Misalnya, pembangunan rumah ibadah hingga sekolah.(**)

Komentar