oleh

Pengerjaan Molor, Konsultan Pengawas Pasar Malolo Diduga Makan Gaji Buta

Editor : Lukman Maddu-Daerah, Takalar-

TAKALAR, BP – Pengerjaan Pasar Tradisional di Dusun Malolo, Desa Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara belum selesai sampai sekarang. Padahal dikontrak kerjanya dimulai sekitar bulan 10 sampai tahun 2018 lalu. Namun faktanya di lapangan, sampai sekarang masih ada aktivitas pekerjaan di pasar tersebut.

Berdasarkan pantaun wartawan, proyek pengerjaan Pasar Rakyat dikerja oleh PT. Karya Semesta Persada dengan anggaran Rp5.131.152 000 tahun 2018 yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kalau melihat kontrak kerja pelaksanaannya tentunya penanggunjawab kegiatan tak sepakati dengan perjanjian antara pihak Kontraktor selaku pelaksana kegiatan dengan Pemerintah selaku penyedia barang. Sebab kontraktor tidak bisa menyelesaikan berdasarkan waktu yang telah ditentukan.

Ironisnya lagi, di proses pengerjaan tidak satupun konsultan pengawas dan penanggungjawab pelaksana yang ada dilokasi proyek tersebut. “Pak Nego yang Konsultan pengawasnya dan Kontraktornya pak Paisal, tapi Pak Nego sekarang ada Bitung sedangkan Pak Paisal dia hanya sekali seminggu,” ucap salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya, Minggu (6/1).

Terkait hal itu, Ketua LSM Bawakaraeng Tompo Ciho sangat menyayangkan pengerjaan pasar Rakyat tersebut tak selesai di tahun 2018 lalu. “Kami menilai bahwa Kontraktornya tidak bisa lagi diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk mengerjakan proyek karena telah merugikan Pemerintah selaku penyedia barang, dimana dia tidak bisa menyelesaikan kegiatannya di waktu yang telah ditentukan,” ujar Tompo Ciho.

Selain itu, Tompo Ciho menilai pengerjaan pasar tersebut disinyalir tidak sesuai dengan RAB atau Bestek. Karena Konsultan Pengawasnya tidak ada di lokasi proyek.

“Masa dia ke Bitung sementara proses pengerjaan di Pasar Malolo masih berlangsung, berarti Konsultan pengawasnya ini terkesan memakan gaji buta dan merugikan Pemerintah,” tegas Tompo Ciho. (*)

Komentar