oleh

Pipa Bocor Jadi Penyebab Buruknya Kualitas Air PDAM Bantaeng

-Bantaeng, Daerah

BANTAENG, BP – Sebelumnya, pada tanggal 10 Januari 2019, sejumlah warga Kampung Kayangan, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, mengeluhkan kualitas air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng.

Salah satu warga, Arisman Majid, mengatakan buruknya kualitas air PDAM sudah terjadi selama satu minggu.

“Sudah satu minggu seperti ini, tidak mengalir. Kalau mengalir, airnya juga sudah berbau. Ini ada warga berkumpul didepan rumah mengeluhkan PDAM, ” ujarnya, Kamis (10/1) kemarin.

Warga lainnya, Tina (35) mengancam, bahwa dirinya enggan membayar biaya retribusi air PDAM jika kualitas airnya masih buruk. ” Saya tidak akan bayar kalau berbau seperti ini,” tegasnya.

Diapun meminta kepada Bupati Bantaeng, agar kiranya direktur PDAM diganti saja kalau tidak ingin bekerja dengan serius. Karena selama ini dia anggap Direktur PDAM tidak serius menanggapi keluhan masyarakat.

“Kalau tidak ingin bekerja untuk rakyat, silahkan mundur saja,” kata dia.

Sementara itu, Direktur PDAM Bantaeng, Ilyas Syamsuddin yang dikonfirmasi mengatakan penyebab macet dan berbaunya air karena PDAM mengalami kebocoran pipa.

“Penyebabnya, air sawah tersedot ke pipa besar akibat pecah tertindis angkutan berat. Pinggir jalan tergenang luapan air irigasi. Bahu jalan amblas, dan pipa PDAM tak sanggup menahan beban di kedalam 1 meter lebih. Air ikut tersedot kedalam pipa 10 dan sampailah di ujung pipa termasuk di Kampung Kayangan yang terletak di ujung pipa. Teman – teman sudah menguras, Insya Allah kembali bersih. Biasanya 2 atau 3 hari setelah pekerjaan pipa besar baru normal,” ujarnya, Jum’at (11/1).

Bagian Teknis PDAM Bantaeng, Riva Noval Iskandi mengatakan sumber permasalahan ini terjadi karena kebocoran pipa PDAM Bantaeng.

“Jadi itu ada beberapa permasalahan pada sumber air kami. Ada perbaikan selama dua hari, pipa yang 250 milimeter kami perbaiki karena mengalami kebocoran. Yang utama juga, seringnya terjadi pemadaman listrik di Eremerasa dan Bonto – bonto. Kami tanyakan ke PLN, katanya ada pemangkasan pohon, makanya dimatikan. Kaya kemarin itu, mulai jam 10 pagi sampai jam 5 sore,” urainya.

Komentar