oleh

Abrasi Ancam Pulau Harapan, DPRD Jeneponto Minta Pemkab Bertindak

Editor : Lukman Maddu-Daerah, Jeneponto-

JENEPONTO, BP – Sejumlah rumah warga di Pulau Harapan, Dusun Pa’lameang, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, kini terancam Abrasi (proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak).

Hal ini lantaran tingginya gelombang laut dan arus laut yang merusak bibir pantai Pulau Harapan di musim-musim tertentu. Abrasi ini diperparah lantaran tidak adanya pemecah ombak yang menahan terjangan air laut.

Menaggapi kejadian ini, Anggota DPRD Jeneponto, Andi Baso Sugiarto mengatakan, Pulau Harapan merupakan bagian dari Kabupaten Jeneponto. Dia menjelaskan, Pemkab Jeneponto perlu memperhatikan Pulau harapan yang kini terancam Abrasi.

“Sebuah kewajiban bagi Pekab Jeneponto, untuk melakukan penanganan agar di Pulau Harapan tidak terjadi lagi yang namanya Abrasi. Itu merugikan masyarakat disana, ” ujarnya, Minggu (13/1).

Dia juga meminta agar Legislator yang berasal dari Dapil IV (Bangkala – Bangkala Barat) untuk memperhatikan nasib masyarakat di Pulau Harapan.

“Masyarakat jangan dijadikan obyek politik. Legislator itu perwakilan masyarakat yang duduk di DPRD. Jangan hanya datang, duduk, diam, duit dengar, tulis itu di koran. Jangan hanya janji kalau tidak sanggup melakukan. Kalau niat kita membangun, pasti semua itu tercapai, ” tegasnya.

Sementara itu, Wabup Jeneponto Paris Yasir, belum bisa berkomentar lebih jauh.Dia mengungkapkan bahwa dirinya baru mendengar bahwa di Pulau Harapan telah terjadi Abrasi.

“Saya belum mau komentar lebih jauh sebelum melihat kondisi, karena saya orang lapangan. Saya mau lihat dulu di lapangan. Seumur – umur pulau Harapan, kenapa baru ada abrasi sekarang?, kalau abrasi dari dulu ya boleh jadi. Kalau sekarang abrasinya saya baru tahu. Yang kami usahakan disana itu listrik,” jelas dia.

Lebih lanjut, setelah dirinya berkomunikasi dengan masyarakat Pulau Harapan, dia membenarkan telah terjadi Abrasi.

“Memang Abrasi setiap tahun, disana itu setiap tahunnya terkikis. Yang terkikis itu di sisi selatan, tapi disisi utara itu bertambah. Jadi ada pergeseran namanya, itu menurut orang pulau, saya baru baru telfon disana,” ungkap dia.

Terkait pemecah ombak yang diharapkan masyarakat Pulau Harapan, dirinya akan memyampaikan kejadian ini kepada Bupati. Dia tidak ingin melanggar Tupoksinya.

“Saya ini hanya pembantu Bupati, kebijakannya kita tidak hanya menyarankan ke Bupati, kita berharap ada perhatian dari Bupati. Semoga saja juga kita dapat merubah wajah pulau harapan menjadi destinasi wisata. Anggaran akan masuk disitu,” tutupnya. (*)

Komentar