oleh

Kejari Pastikan Akan Ada Tersangka Kasus Korupsi RSUD Jeneponto

Editor : Ashar Abdullah-Daerah, Jeneponto-

JENEPONTO, BP – Terkait dugaan kasus korupsi uang Makan minum pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto tahun 2013 lalu yang kini status tersebut tengah dikembangkan Kejaksaan Negeri Jeneponto (Kejari) akan memastikan ada oknum yang ditersangkakan.

Hal itu diungkapkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jeneponto Muh. Nasran saat dikonfirmasi di ruangannya, Kejaksaan Negeri Jeneponto, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Jumat (18/1/2019) kemarin.
Menurutnya, penanganan kasus uang makan minum pasien 2013 masih dalam proses. Ia mengakui bahwa memang perkara tersebut cukup lama ditangani, kendalanya itu di perhitungan kerugian negara oleh BPK.
“Itu sudah dalam proses. Kami juga sering expose ke BPK, tetapi BPK juga belum bisa menentukan apakah dapat dilakukan perhitungan atau tidak,” ucap Nasran kepada media.
Hal itulah sehingga pihak Kejari Jeneponto melakukan penggeledahan di RSUD Jeneponto pada Desember 2018 lalu. Lantaran untuk mencari bukti – bukti  mendukung untuk proses perhitungan kerugian negara yang diminta BPK.
” Yah, saat ini kita sudah dapatkan bukti tambahannya. Tetapi tidak cukup hanya itu, jadi kita perlu lagi tambahan keterangan dari saksi-saksi untuk pembuktian data-data yang belum ditemukan itu,” ucapnya.
Dia juga mengatakan, data yang dibutuhkan adalah jumlah makan minum pasien pada tahun 2013.
Pasalnya, selama ini pihak rumah sakit mengatakan ternyata data itu tidak ada.
 “Alasannya ada perpindahan gedung kantor sehingga data-data itu sudah tidak ada,” katanya.
Pihaknya mengakui, saksi-saksi dari pihak rumah sakit sudah cukup banyak yang diperiksa. Dan pastinya semua dokumen dikonfirmasi yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan.
“Yah, indikasi itu ada. Terdapat 800 jutaan kerugian Negara,” pungkasnya. (*)

Komentar