oleh

Pengamat Film Indonesia Apresiasi Anak Muda Palsu

Editor : Ashar Abdullah-Film, Hiburan-
MAKASSAR, BP – Setelah sukses dengan film “Uang Panai”, Finisia Production kembali mencoba untuk membuat peruntungan baru dengan menggarap film bergenre drama komedi yaitu Anak Muda Palsu.
Kali ini, film yang bercerita tentang empat orang mahasiswa yang menghadapi situasi sulit diakhir semester untuk menyelesaikan kuliah pada salah satu peguruan tinggi. Film tersebut dibintangi oleh komedian asal makassar, Tumming dan Abu, Hisyam Ramadhiandra Hamsir (Darwis), Reo Ramadhan (Illang) dan talent Makassar lainnya.

Melalui Sutradara Film Anak Muda Palsu, Ihdar Nur mengatakan Anak Muda Palsu merupakan refleksi dari kehidupan sehari-hari yang dihadapi mahasiswa dan juga merupakan sentilan sosial.

“Anak Muda Palsu ini merupakan tagline pas untuk pemuda malas, mudah menyerah, tidak bertanggung jawab dan lainnya,” ujarnya saat melaunching Trailer dan poster film Anak Muda Palsu di Trans Studio Mall, Sabtu (19/1).

Kata dia, Film ini kita mau menyampaikan bahwa setelah menonton film ini, anak muda yang palsu bisa jadi anak muda orisinil.

“Setelah ninton ini, tidak ada lagi anak muda palsu,” tegasnya.

Saat ditanya terkait jadwal pemutan film ini, dia masih merahasiakan waktunya, dia hanya memperkirakan akan tayang pada tahun ini.

“Insya Allah akan tanyang pertengahan tahun ini,” tutupnya.

Sementara, Pengamat Film Indonesia, Jerry Wongiyanto mengapresiasi dengan adanya film Anak Muda Palsu ini, pasalnya hal itu merupakan suatu kebanggaan untuk anak muda Makassar.

“Ini adalah sebuah prestasi yang sangat luar biasa,” kata Jerry saat dikonfirmasi Senin (21/1).

Menurutnya, hampir setiap film karya anak muda dari Kota Makassar juga ditonton sampai di luar Sulawesi.

“Beberapa teman di Jakarta itu banyak yang menonton film-film buatan anak Makassar. Yang kemarin Uang Panai, Halo Makassar dan Cendelona Na Tape. Untuk mencapai diatas 50rb penonton itu bukanlah perkara muda,” ujarnya disela-sela peluncuran trailer film Anak Muda Palsu.

Pria asli Makassar itu berpendapat, dalam dunia industri perfilman banyak terjadi kasus-kasus yang pemainnya bagus-bagus tapi hasil akhirnya yang tidak bagus. Hal ini dikarenakan karena alur ceritanya yang tidak memungkinkan penonton untuk menyukai film tersebut.

“Banyak kasus film di Jakarta yang seperti itu, walaupun pemainnya diambil dari seorang penyanyi tetap saja kalau alur cerita yang tidak menarik akan membuat penonton tidak tertarik untuk menontonnya,” katanya.

Jerry memberikan pesan khusus untuk Production House (PH) untuk tidak takut membuat karya film walaupun dari daerah. “Berkarya, berkarya dan berkarya. Gali lebih dalam. Banyak kritikan itu lebih bagus,” pungkasnya
(Irsal)

Komentar