oleh

Ahok Is Back

Editor : Lukman Maddu-Headline, Info Grafis-

BACAPESAN.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yang selama ini akrab disapa Ahok telah bebas dari penjara. Sederet rencana sudah masuk daftar keinginan Ahok setelah menghirup udara bebas, salah satunya menikah.

Berikut perjalanan Ahok sebelum bebas dari penjara:

16 November 2016:

Vonis tersangka kasus penistaan agama. BTP alias Ahok menjadi tersangka terkait pernyataan soal Surat Al Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu pada September 2016.

2 Desember 2016:

Pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu terkait Surat Al Maidah Ayat 51 itu mengundang gelombang protes sebagian umat Islam. Puncak protes itu berkumpulnya jutaan umat Islam di sekitar monas.

13 Desember 2016:

Ahok Pertama Kali Diadili. Proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok tidak ditahan dan tetap memimpin Pemprov DKI Jakarta.

Hakim Dikenal Tegas

Majelis hakim kasus penistaan agama dipimpin Dwiarso Budi Santriarto dengan anggota antara lain Abdul Rosyad dan Jupriyadi. Dwiarso dikenal sebagai hakim yang tegas dalam menyidangkan sejumlah perkara. Dwiarso Budi Santriarto juga dinilai hakim yang idealis dan tidak bisa disuap.

Pindah Tugas

Tiga majelis hakim itu kemudian dipindahkan setelah menyidangkan kasus Ahok:

Dwiarso Budi Santriarto dari Ketua PN Jakarta Utara promosi menjadi hakim di PT Bali.

Abdul Rosyad dari hakim PN Jakarta Utara promosi menjadi Hakim Tinggi di PT Sulawesi Tengah.

Jupriyadi dari Wakil PN Jakarta Utara promosi menjadi Kepala Pengadilan Negeri Bandung.

9 Mei 2017:

JPU menuntut Ahok bersalah dan dihukum satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan. Ahok dianggap terbukti melanggar pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadapsuatu atau beberapa golongan tertentu. Namun manjelis hakim justru menjatuhkan hukuman jauh lebih berat dibandingkan tuntutan jaksa tersebut.

Tak Ajukan Banding

Setelah diberi waktu 14 hari setelah vonis dijatuhkan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak mengajukan banding. Ahok menerima putusan majelis hakim sehingga vonis dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap dan Ahok tetap ditahan di Rutan Mako Brimob.

2 Februari 2018:

Meski tak mengajukan banding, Ahok dan tim penasihat hukumnya mengajukan peninjauan kembali atau PK. PK Ahok diajukan pada 2 Februari 2018 setelah ada vonis terhadap Bun Yani yang dianggap bersama karena mengedit pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang beruntut pada kemarahan massa.

26 Maret 2018:

Mahkamah Agung Tolak PK Ahok. Ahok tetap mendekam di penjara Rutan Mako Brimob Depok.

Remisi 3 Bulan 15 Hari:

Ahok mendapat potongan masa hukuman atau resmisi selama 3 bulan 15 hari. Rincian remisi tersebut adalah resmisi Natal 2017 selama 15 hari, resmisi 17 Agustus 2017 selama 2 bulan, dan resmisi Natal 2018 selama 1 bulan.

Bebas 24 Januari 2019:

Setelah menjalani masa hukuman selama 2 tahun dipotong resmisi, akhirnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bebas pada 24 Januari 2019 atau hari ini. Ahok akan menikah dengan Bripda Puput, mantan pengawal Veronica Tan, mantan istrinya, setelah bebas dari masa hukuman. (*)

Komentar