oleh

Adnan Bahagia Jika Tambang Ditutup

Editor : Lukman Maddu-Daerah, Gowa-

GOWA, BP – Tudingan banyak pihak bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi di Gowa yang menelan korban 54 jiwa, 22/1, disebabkan karena banyaknya penambangan di daerah hulu.

Tudingan ini tentu saja dibantah Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, bahwa penambangan justru sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pendangkalan di waduk Bilibili.

“Salah besar itu kalau ada yang mengatakan kalau banjir dan longsor karena tambang. Malah sangat dibutuhkan penambangan pada wilayah sunpocket,” ujarnya, di hadapan pejabat eselon II dan III dalam lingkup Pemkab Gowa, Senin 4/2/19.

Kalau kita mau jujur, katanya, dirinya bahkan sangat bahagia kalau tambang dihentikan, karena potensi percepatan kerusakan jalan di Gowa bisa dihindari. “Saya orang paling bahagia kalau tambang ditutup,” katanya.

Sembari bertanya Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan. “Terus bagaimana dengan Makassar. Bahan-bahan untuk membangun kota Makassar diambil dari mana?” tanyanya.

Pernyataan ini menurut mantan anggota DPRD Sulsel dua periode ini, setelah dirinya melakukan diskusi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang (BBWSPJ) penambangan di daerah hulu, sunpocket memang dibutuhkan.

“Jadi pahami dulu persoalannya baru berkomentar,” jelas Bupati Gowa.

Untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor nantinya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, St Nurbaya, sudah menyetujui menggelontorkan anggaran ke Gowa untuk memperbaiki daerah aliran (DAS) Je’neberang. (*)

Komentar