oleh

Beban Ketua Parpol

Editor : Lukman Maddu-Headline, Politik-

MAKASSAR, BP – Sejumlah ketua partai politik (Parpol) memutuskan ikut bertarung memperebutkan kursi Senayan (DPR RI) pada Pileg 17 April mendatang.

Menyandang gelar sebagai ketua parpol menjadi beban tersendiri bagi mereka. Raihan kemenangan menjadi harga mati jika tak ingin status ketua parpol terusik.

Di Sulsel, sebanyak enam ketua parpol bersaing memperebutkan kursi Senayan. Mereka adalah Ketua NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) yang bertarung di Dapil Sulsel III, Ketua Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) di Dapil Sulsel I.

Kemudian Ketua PPP Sulsel Muh Aras di Dapil Sulsel II, Ketua PAN Sulsel Ashabul Kahfi Dapil Sulsel I, Ketua Hanura Ilhamsyah Mattalatta Dapil Sulsel II, serta Ketua PDIP, Andi Ridwan Wittiri (ARW) Dapil Sulsel I. ARW sendiri merupakan caleg petahana.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Lukman Irwan menilai, status ketua partai menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka. “Keunggulan mereka karena mereka simbol partai lalu kemudian dari sisi sosialisasi, pemilih kerap menjadikan simbol partai sebagai acuan untuk memilih,” ucap Lukman.

Meski sebagai ketua partai, kata Lukman, bukan jaminan akan memiliki kemudahan dalam mendulang suara. Pasalnya, banyak caleg yang maju dari partainya. Lukman menjelaskan, acap kali posisi ketua partai di Pemilu akan semakin berat dengan beban target yang diberikan. Salah satu contohnya, berkaitan sebagai caleg dan memenangkan calon presiden. Biasanya, posisi seperti ini potensi menjadi boomerang bagi ketua partai.

“Beban berat bagi ketua partai ini (caleg dan pilpres) akan berdampak pada dirinya. Jika fokusnya tidak bisa terlaksana dengan baik, bisa saja basis pemilihnya digaet oleh caleg lainnya di partai tersebut. Diuntungkan dari sisi pengenalan publik karena ketua partai yang kerap menjadi pembicara di TV atau dipasang di APK,” ungkapnya.

“Ketua partai saya kira butuh manejerial yang kuat untuk membantu memfasilitasi sosialisasi-sosialisasinya, tapi kalau itu lemah maka ketua partai akan kesulitan,” tambahnya.

Disinggung soal peluang ketua partai di dapil yang sama, lanjut Lukman, potensi kemenangan berada di incumbent. Pasalnya, caleg incumbent pasti mempertahankan basis suaranya melalui fasilitas yang diberikan sebelumnya sebagai legislator, salah satunya reses ke daerah pemilihan.

Komentar