oleh

KPU Mamuju Diserbu Massa, TNI Siaga, Ternyata…

Editor : Lukman Maddu-Daerah, Headline-

MAMUJU,BP – Sejumlah massa yang tidak terima dengan hasil pemilu menyerbu kantor KPU Kabupaten Mamuju, jalan Asrama Haji, Kecamatan Karema, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (4/2).

Massa tersebut langsung dihadang TNI-AD dengan dua Satuan Setingkat Pleton (SSP) dari Jajaran Korem 142/Tatag, agar situasi tidak menjadi semakin anarkis.

Massa yang menyerbu Kantor KPU Kabupaten Mamuju ini, tentunya bukanlah hal yang nyata. Namun, ini merupakan sebuah simulasi yang dilakukan oleh TNI-AD Korem 142/Tatag dalam mengawal pengamanan pelaksanaan Pemililhan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019.

Komandan Kodim (Dandim) 1418/Mamuju, Letkol Inf. Jamet Nijo sebagai Koordinator Wilayah TNI-AD di Kabupaten Mamuju mengatakan, bahwa simulasi tersebut dilakukan dalam rangka mengamankan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019.

“Hari ini adalah kegiatan simulasi pengamanan dan antisipasi dalam menghadapi aksi anarkis massa calon yang tidak puas dengan hasil Pileg maupun Pilpres nanti di Kabupaten Mamuju,” kata Jamet Nijo.

“Ini adalah bentuk kesiapan TNI- AD untuk membantu Polri jika kiranya nanti terjadi aksi anarkis massa dalam pelaksanaan pemilu, agar kondisi wilayah tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua KPU Kabupaten Mamuju, Hamdan Dangkang kepada media menjelaskan, bahwa sebagai ketua KPU Mamuju dirinya sangat mengapresiasi atas pengamanan yang selalu siap siaga dari TNI-Polri dalam menjaga penyelenggara Pemilu.

“Kami dari KPU sebagai penyelenggara pemilu sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan hari ini yang dilakukan jajaran Korem 142/Tatag,” ungkap Hamdan.

“Ini adalah langkah awal pihak pengamanan dalam mengantisipasi kemungkinan adanya konflik massa yang tidak puas dengan hasil ataupun pada saat penyelenggaraan pemilu nanti,” tuturnya.

Namun Hamdan berharap, agar keributan massa ini hanyalah sebatas simulasi dan tidak terjadi pada saat penyelenggaraan pemilu ataupun setelah penetapan.

“Kami berharap ini hanya sebatas simulasi dan dalam penyelenggaraan serta hasil penetapannya nanti tidak ada keributan, dengan adanya pengamanan dari TNI-Polri juga sangat membantu kinerja KPU dalam melaksanakan tahapan demi tahapan pemilu 2019,” harap Hamdan.

Komentar