oleh

Pemkot Parepare Tegasi Rekanan Bertanggung Jawab Atas Insiden Tewasnya Buruh Call Centre 112

Editor : Lukman Maddu-Daerah, Parepare-

PAREPARE, BP – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare meminta pertanggungjawaban rekanan PT Sanggah Sejahtera sebagai pelaksana proyek Pembangunan Gedung Call Centre 112 Terpadu. Hal itu menyusul atas insiden tewasnya seorang buruh bangunan bernama Madia Hamma (37), Warga Desa Tangnga-tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dalam kecelakaan kerja beberapa hari lalu.

Penegasan ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, Kadarusman. Dia meminta PT Sukses Sangga Sejahtera untuk bertanggungjawab, termasuk dengan memberikan santunan kepada korban.

“Pihak rekanan harus bertanggung jawab dan merupakan catatan buat kami jika hal itu tidak diindahkan atau dilaksanakan,” tegas Kada, sapaan akrabnya.

Terkait sanksi kepada rekanan yang ternyata tidak mendaftarkan pekerjanya dalam asuransi BPJS Ketenagakerjaan, Kadarusman mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Pada hakekatnya kita mengingatkan pihak rekanan (kontraktor) untuk mendaftarkan pekerja proyek di BPJS.Terkait sanksi hukumnya bukan rananya kita Dinda , tetapi terkait masalah sanksi dari kita lihat kasuistiknya seperti apa sanksi yg kita berikan jadi kami tidak gegabah harus kami koordinasikan dengan yang terkait,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Cabang Parepare, Makmur mengaku jika PT Sangga Sejahtera merupakan salah satu rekanan yang tidak mendaftarkan asuransi bagi pekerjanya.

“Karena ketidakpatuhan pihak pelaksana sehingga pekerja tidak mendapatkan hak-haknya oleh sebab itu pemberi kerja yang harus membayar santunan pekerja dengan santunan 48 kali gaji yang harus dibayar pemberi kerja karena tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Makmur. (*)

Komentar