oleh

Menakar Tantangan Keberagamaan

Editor : Lukman Maddu-Kolumnis-

KADER Aswaja merapatkan barisan dalam sebuah pelantikan pengurus wilayah Sulawesi Selatan pada haru Sabtu pukul 19.00 di Makassar yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulsel Prof DR Nurdin Abdullah. Selamat kepada segenap pengurus wilayah NU Sulaweai Selatan, harapan terbaik segenap masyarakat Sulsel dinantikan dalam segala bentuk pengabdiannya di dalam masyarakat.

Pergantian dan pelantikan pengurus organisasi merupakan rutinitas secara periodik, apalagi seperti organisasi keagamaan Nahdatul Ulama sebagai ormas keagamaan tertua di negara Indonesia. Aflikasi salah satu prinsip dan moto NU di antaranya ‘Memelihara yang lama itu baik, dan memprioritaskan yang terkini dan terbaru itu lebih bagus”.

Banyak tradisi lama yang baik di dalam masyarakat syarat dengan pesan-pesan kebaikan dan hikmah yang dalam perlu dipertahankan karena telah teruji oleh kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi, namun tuntutan kehidupan dan kemajuan teknologi informasi, mendorong segenap masyarakat terutama kader-kader Aswaja untuk menyesuaikan tuntutan zaman dan perkembangan kehidupan yang terus dihadapi oleh generasi yang berbeda.

Pergantian pengurus menjadi titik star bagi pengurus baru mempersiapkan strategi dan kebijakan serta program yang dapat mencerahkan masyarakat, membimbing segenap umat manusia, agar terus memiliki pribadi dan jati diri yang agamis tidak sekularis, humanis tudak anarkis, Islamis tidak atheistis, nasionalis tidak komunis.

Insan Tuhan terbaik yang dipercayakan sebagai pengurus wilayah NU Sulsel sangat diharapkan mengurai pribadi yang moderat, washatiah, khaerah ummah the best umat, sosok insan kamil yang digambarkan dalam Al Quran tersebut dan ditujukan kepada umat manusia, mutlak memiliki pemahaman terhadap ilmu-ilmu sumber secara komprehensif dan juga keterampilan dalam dunia terkini dengan berselancar di dunia maya tanpa melupakan dunia nyata.

Tantangan keberagamaan bagi kidz zaman now adalah menyikapi perbedaan sebagai sunnatullah yang harus diterima sebagai dinamika kehidupan, perbedaan bukan pertentangan dan perlawanan. Selain hal itu, prilaku intoleran, sesat menyesatkan, faham radikal, sangat mudah memecah belah umat. Hal tersebut menjadi atensi khusus para insan cendekia PWNU Sulsel agar segala ketimpangan dan prilaku anarkisme dapat dihilangkan paling tidak dapat diminimalisir. Selamat bekerja. (**)

Komentar