oleh

Warga Pertanyakan Batas Sekke-Bontongan di Musrenbang

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Cherly-Tana Toraja-

TANATORAJA, BP – Masalah perbatasan antara Tana Toraja dengan Toraja Utara di Sekke – Bontongan kembali mencuat. Hal itu terjadi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Makale Utara, di Tongkonan Kalebu Makale Utara Tana Toraja, Selasa (12/2).

Menurut salah satu tokoh agama, Paulus Payung dalam kesempatan itu bahwa persoalan perbatasan Sekke – Botongan ini hal yang serius. Sehingga harus segera dituntaskan oleh pihak-pihak yang terkait.

“Permasalahan Sekke – Bontongan itu harus segera disikapi karena sangat sensitif dengan memanggil orang tua yang mengerti adat, pertemukan disalah satu tongkonan tua yang ada, mengingat masalah ini tidak bisa dipisahkan dari adat dan memiliki sejarah,” kata Paulus Payung.

Sementara Camat Makale Utara, Daniel Pappang mengatakanbahwa persoalan Sekke – Bontongan memang sudah memprihatikan. Dimana belum lama ini ada kegiatan adat rambu solo yang sempat dijaga ketat dengan melibatkan kepolisian dan TNI. Maka dari itu hal ini memang sangat penting untuk segera dituntaskan.

“Masalah ini sudah sangat penting segera dituntaskan, dan hal ini harus melibatkan propinsi karena hal ini sudah menjadi rana pemprop dalam hal ini gubernur,” terang Daniel.

Sekedar diketahui Sekke Bontongan ini adalah perbatasan antara kelurahan Lemo kecamatan Makale Utara kabupaten Tana Toraja, dengan Lembang Tombang Langda kecamatan Sopai kabupaten Toraja Utara. (*)

Komentar