oleh

Gabungan Relawan Komunitas Salurkan Bantuan Logistik ke Korban Banjir di Gowa

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ramlan-Gowa-

GOWA, BP – Korban yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Gowa yang terjadi di Sulsel pada 22 Januari lalu masih membutuhkan uluran tangan.

Berbagai kalangan pun terus menyalurkan bantuan terhadap korban longsor lantaran sebagian korban yang kehilangan rumah dan harta benda masih mengungsi di rumah keluarga dan tetangganya.

Dengan kondisi tersebut mereka masih sangat membutuhkan bantuan. Tak hanya membutuhkan bantuan logistik, namun pada umumnya warga yang berada di daerah longsor itu membutuhkan pemulihan secepatnya terhadap sarana umum seperti jalan yang longsor dan jembatan yang putus.

Atas kepedulian tersebut, Relawan To Ughie (RTU) Kupang NTT, Komunitas Trail Odong-odong Indonesia (KTOI) dan IOF Rescue menyerahkan bantuan ke korban longsor yang berada di Kecamatan Jongaya, Kabupaten Gowa.

“Bantuan yang kami serahkan ini adalah bantuan yang berasal dari luar donasi dari RTU Kupang, KTOI dan IOF Rescue. Untuk penyalurannya kami bekerja sama dengan Aksi Kesatuan Siaga (AKASI) yang selama ini konsen membantu jika ada pendaki nyasar atau hilang di gunung, terutama di gunung Bawakaraeng dan Lompo Battang,” ungkap Uq, koordinator pemberian bantuan.

Penyuplaian bantuan kepada para korban penuh dengan tantangan. Perjalanan dari kota Makassar menuju lokasi menempuh perjalanan kurang kebih 3 jam menggunakan roda empat (mobil pick up).

Jalan menuju lokasi melewati jalan aspal yang mendaki sangat licin dikarenakan bekas tanah longsor setelah diguyur hujan. Terlebih sisi jalan di beberapa titik yang dilalui cenderung curam.

“Meskipun mencapai lokasi cukup membuat dekdekan dengan jalan licin dan bekas longsor namun kita senang karena mereka sangat senang diberikan bantuan meskipun mungkin tak seberapa,” tambahnya.

Uq menyebut, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti makanan. Selain itu, beberapa perlengkapan anak sekolah juga diserahkan. Tak hanya kali ini, Uq dan relawan juga melakukan hal yang sama saat bencana alam di Palu, Sigi dan Donggala.

“Kita juga serahkan sembako dan kebutuhan anak sekolah, berupa pakaian seragam. Saat bencana di Palu kami juga ada. Saya lebih sebulan bersama rekan menyuplai bantuan di sana,” tandasnya. (*)

Komentar