oleh

Korban Banjir Pertanyakan Bantuan Kompor Gas yang Diduga Tidak Transparan

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Jejeth-Daerah, Jeneponto-

JENEPONTO, BP – Ratusan warga korban dampak banjir Jeneponto datangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Jeneponto, Selasa (19/12).

Mereka datang meminta bantuan kompor gas yang dinilai ada di Dinsos Jeneponto. Namun, tak sedikit warga pulang dengan kecewa karena tidak mendapat bantuan.

Salah satu korban banjir warga kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Muhammad Hatta mengatakan, kedatangannya ke Dinsos karena melihat tetangganya sudah mendapatkan bantuan kompor gas, sementara dirinya belum diberikan.

“Tetangga saya sudah dapat bantuan kompor gas, kenapa saya ini tidak dapat, makanya saya kesini. Tapi saya datang kesini ternyata saya tau bahwa disini sistem pilih kasih, jadi saya tidak dapat kompor. Ada saya punya kompor di rumah satu mata tapi saya beli, karena mau memasak tapi tidak ada, terpaksa saya beli,” jelasnya.

Koordinator Tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Dinas Sosial, Subhan, menjelaskan bahwa, bantuan tersebut diperuntukkan khusus untuk korban banjir besar atau rusak total.

“Oleh karena itu, kita dari dinas sosial mengasesmen karena tadi banyak berbondong-bondong tidak tau siapa yang menginfokan. Tetapi pihak sosial memberikan penyampaian bahwa, kita memberikan bantuan ini berdasarkan dengan rekomendasi dari lurah setempat, karena inilah yang kita hadapi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan yang ada hanya 200 unit dan masyarakat yang menyetor kartu keluarga (KK) lebih 300. Jadi pihaknya mengembalikan KK kepada pemerintah setempat untuk mengasasmen apakah betul rumah tersebut layak atau tidak, termasuk rusak parah.

“Pihak Dinas Sosial mendistribusikan berdasarkan betul-betul rekomendasi dari lurah atau lingkungan atau dusun setempat, itu yang kami lakukan tadi sehingga kami pulang dulu nanti lurahnya yang berhak untuk merekomendasikan apakah yang bersangkutan itu layak atau tidak,” jelasnya. (*)

Komentar