oleh

Begini Modus Penipuan Pelaku WNA Asal Nigeria Tipu Warga Sulsel

Ashar Abdullah and Ramlan-Hukum-

MAKASSAR, BP Setelah tertangkapnya tiga pelaku penipuan di media sosial Facebook oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menceritakan kronologis penipuan dilakukan ketiga pelaku yang satu diatanranya merulakan warga negara asing (WNA) asal Nigeria.

“Kejadian ini berawal pada tanggal 18 Desember 2018 lalu, korban Marsida menerima permintaan pertemanan dengan Jonny James di Facebook dan akhirnya melakukan komunikasi dengan melalui Facebook,” kata Dicky saat menggelar press release di Mapolda Sulsel, Kamis (21/2)

Menurutnya, foto yang digunakan pada akun facebook pelaku yang bernama Donny James merupakan foto palsu. Pelaku kemudian berkomunikasi dengan korban melalui messenger dan menanyakan tanggal ulang tahun korban.

“Nah, pada momen ulang tahun Marsida, pelaku berjanji akan memberikan hadiah ulang tahun berupa paket uang dolar dengan dengan nilai miliaran rupiah,”terangnya.

Dengan begitu, lanjut Dicky, Marsida lantas tergiur dengan paket tersebut. Pelaku akhirnya memposting bukti pengiriman barang kepada korban dan mengatakan jika hadiah sudah dikirimkan ke alamat korban.

“Paket tak kunjung sampai ke alamat korban. Namun tiba-tiba Tiara Kristian yang mengaku dari jasa pengiriman bernama Intan menelepon korban dan meminta uang untuk pengiriman paket tersebut,”tambahnya

Selain itu, kata Dicky, Marsida pun langsung mengirimkan uang ke Intan selama lima kali berturut-turut dengan total jumlah keseluruhan sebesar Rp.99.000.000.

“Setelah lima kali melakukan transfer, Intan kemudian berjanji untuk mengirimkan barang tersebut ke Marsida. Kemudian muncullah Mr. Adam menelepon Marsida yang mengaku sebagai Diplomatik Labolatorium Surabaya dengan beribacar dalam bahasa inggris,”terang Dicky

Lantaran korban tak mengerti Bahasa Indonesia, Akhirnya muncul Nurul Indah yang berperan sebagaiasisten Mr. Adama dan meminta uang sebesar 70.000.000 kepada korban dengan dalih untuk pencucian uang di Surabaya

“Pada tanggal 22 Januari 2019 Marsida akhirnya memutuskan langsung ke Surabaya untuk mengambil uang dolar yang berisi miliaran tersebut. Saat tiba di Bandara Juanda Surabaya. Marsida dijemput oleh asisten Mr. Adam dan memutuskan menginap di sebuah Hotel di Surabaya,”katanya.

Selanjutnya, Marsida kembali ditelepon oleh asisten Mr Adam dan menyuruh Marsida untuk mengambil uang di ATM sebanyak 45.000.000 untuk pencairan tersebut. Mr Adam dan asisten kemudian menemui Marsida di hotel ia menginap.

“Korban menyerahkan uang sebanyak 45.000.000 Juta dan Marsida diberikan sebuah box, namun saat Marsida memeriksa box tersebut ternyata isinya hanyalah sebuah kertas biasa yang dibungkus dengan amplop kuning,” pungkas Dicky. (*)

Komentar