oleh

Nyaleg DPR RI, Welham Hafied Pulang Kampung

Editor : Lukman Maddu-Wawancara-

MAKASSAR, BP – Welham Hafied selama 35 tahun berkiprah di luar Sulawesi Selatan. Kini sudah waktunya ia pulang kampung.

Ya, Welham Hafied saat ini tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Sulsel 2. Meliputi daerah pemilihan Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Parepare, Barru, Pangkep, dan Maros.

Mengendarai Partai Perindo, Welham Hafied optimistis duduk di Senayan. Dukungan dari keluarga, rekan dan ingin mengawal aspirasi masyarakat yang selama ini dianggap selalu kandas di pusat menjadi modal utamanya ikut bertarung di Pileg 2019 tahun ini.

“Salah satu indikasi saya maju caleg karena ingin berubah, selama ini saya bekerja sebagai enterprenuer di bidang kelautan, pengusaha siping khusus untuk industri perminyakan. Tentunya sebagai manusia biasa ingin ada perubahan, makanya saya mencoba menjadi Caleg DPR RI,” kata Welham, Minggu (24/2).

Melham mengaku selama ini banyak berkiprah di Jakarta dan luar negeri. Sehingga majunya dia sebagai Caleg karena ini memberi wawasan baru kepada masyarakat khsusnya di dapil 2 Sulsel.

“Saya ingin memberikan gambaran konkrit kepada masyarakat bagaimana fungsi tanggung jawab legislasi itu seungguhnya. Karena kebanyakan Legislator hanya datang saat seperti ini, setelah itu jarang turun dan melakukan sosialisasi di dapil dimana mereka dibantu dan terpilih,” ujar Ketua Umum HIKMA Jabodetabek ini.

Menurut Welham fenomena ini sangat mengganggu dirinya sebagai calon baru. Dimana wacana di kabupaten banyak masyarakat melihatmemontum Pileg hanya sekadar efuoria saja. Datang sekali-kali saja, dan tidak memberi manfaat berkesinambungan.

“Justru ini yang menghambat kita, fenomen ini banyak ditangkap masyarakat jika kepedulian para caleg hanya sesaat, padahal yang kita harapkan berkesinambungan,” jelas Caleg nomor urut 4 ini.

Pernah menjadi legislatif di DKI Jaya, cukup menjadi modal Welham untuk bisa mengawal aspirasi masyarakat hingga ke pusat. Apalagi selama ini dirinya melihat di Senayan para wakil rakyat kurang memberi harapan untuk mensejahterakan masyarakat.

Dirinya pun memilih bergabung dengan Partai Perindo bukan tanpa alasan. Gambaran yang paling pokok, karena Perindo masuk hingga ke akar rumput. Tidak melihat siapa dan dimana, semata-mata bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi pedesaan, usaha menengah kecil. Apalagi selama ini Hary Tanoesoedibjo sebagai Ketua Umum Partai Perindo memberi warna tersendiri bagi masyarakat ke bawah.

“Ini yang menarik, konsepsi Perindo itu memberikan nuansa baru percaturan politik di republik ini, dimana ada satu partai yang akan menyentuh masyarakat paling bawah, jadi akar rumput yang akan kita angkat agar masyaraka bisa sejajar dengan kondisi di negara lain,” tegasnya. (*)

Komentar