oleh

Menuju Senayan: Analisis Dapil Sulsel 1

Editor : Lukman Maddu-Headline, Politik-

MAKASSAR, BP – Caleg-caleg Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi sulit bersaing di Dapil Sulsel I pada Pileg 17 April mendatang.

Temuan survei Y-Publica menunjukkan elektabilitas caleg di Dapil Sulsel 1. Anak perempuan Syahrul Yasin Limpo (SYL), Indira Chunda Thita Syahrul, yang pindah dari sebelumnya PAN ke NasDem meraih elektabilitas tertinggi sebesar 15,8 persen. Disusul oleh isteri Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Aliyah Mustika Ilham, dari Demokrat dengan elektabilitas 9,0 persen.

“Keduanya adalah caleg petahana di Dapil Sulsel 1, diikuti oleh petahana lainnya yaitu Amir Uskara dari PPP (6,8 persen), Azikin Solthan dari Gerindra (6,5 persen), dan M Irwan Zulfikar dari PAN (5,0 persen),” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono.

Yang menarik, Golkar dan PDIP tergusur dari tujuh besar caleg dengan elektabilitas tertinggi. Caleg petahana dari Golkar Hamka B Kady hanya meraih elektabilitas sebesar 3,0 persen.

Sedangkan elektabilitas caleg petahana dari PDIP Andi Ridwan Wittiri 2,9 persen. “Di antara ketiga dapil Sulsel, di Dapil 1 memang kekuatan Golkar paling lemah,” jelas Rudi.

Posisi Golkar dan PDIP digantikan oleh caleg dari parpol baru Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Perindo memasang istri Danny Pomanto, Indira Jusuf Ismail, yang meraih elektabilitas 4,4 persen. Sebagai juru kunci tujuh besar adalah Andi Saiful Haq dari PSI, dengan elektabilitas sebesar 3,1 persen.

“Perindo dan PSI sebagai parpol baru berhasil mengukuhkan eksistensinya di Dapil Sulsel 1,” kata Rudi.

Menurut Rudi, citra PSI sebagai parpol anak muda memberikan warna lain bagi politik lokal. Selain nama-diatas ada juga Tenri Olle Yasin Limpo (2,8 persen) dan puteri sulung Indira Jusuf Ismail, Aura Aulia Imandara (0,6 persen). Ada pula adik politisi senior Golkar Nurdin Halid, Abdul Rahman Halid, yang maju dari PKB (0,8 persen). Selain itu ada mantan anggota DPR Mukhtar Tompo yang pindah dari Hanura ke PAN (1,4 persen).

Kemunculan parpol baru Perindo dan PSI cukup menjadi fenomena tersendiri. Tercatat pula nama mantan anggota DPRD Sulsel yang pindah dari Golkar ke Perindo Rahman Syah (0,5 persen). Lalu caleg-caleg muda PSI, Umi Asyiatun Khadijah (0,4 persen) dan Jade Thamrin (0,1 persen). “Sebanyak 29,0 persen masih belum menentukan pilihan,” pungkas Rudi.

Komentar