oleh

Jaksa Tuntaskan Berkas Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan 1 Juta Bibit Kopi Mamasa

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Irsal-Hukum, Korupsi-

MAKASSAR, BP – Penyidik bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel merampungkan berkas perkara dugaan korupsi proyek pengadaan 1 juta bibit kopi di Kabupaten Mamasa tahun 2015.

Dalam proyek tersebut, penyidik menemukan adanya indikasi dugaan mark up harga bibit kopi, setelah ditemukan adanya dugaan selisih harga yang tidak wajar atau kemahalan.

Selain itu juga dalam kasus ini penyidik telah menetapkan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) berinisial N, sebagai tersangka.

“Saat ini tim penyidik tengah merampungkan berkas penyidikan kasus ini,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Senin (4/6).

Sebelum berkas perkara tersebut di limpahkan penyidik ke jaksa peneliti, untuk proses pelimpahan tahap I perkara tersebut.

Penyidik kata Salahuddin, dalam proses perampungan berkas perkara ini, juga harus memenuhi syarat. Baik itu syarat formil maupun syarat materil dalam kasus tersebut.

“Kemungkinan masih ada beberapa, persyaratan serta kelengkapan berkas yang masih sementara dilengkapi penyidik,” tukas Salahuddin.

Termasuk sejumlah dokumen dan berkas barang bukti, hasil penyidikan yang diperoleh dalam proses penyidikan kasus ini.

Diketahui, pada proyek pengadaan satu juta bibit kopi di Kabupaten Mamasa pada Tahun 2015. Dimenangkan oleh PT. SR selaku rekanan pemenang lelang.

Selain ditemukan adanya indikasi mark up, penyidik juga menemukan adanya dugaan pengadaan bibit tersebut, tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam dokumen lelang.

Dimana dalam dokumen lelang di sebutkan pangadaan kopi dengan anggaran Rp9 miliar (Nilai HPS) tersebut, disebutkan bahwa bibit kopiunggul harus berasal dari uji laboratorium dengan spesifikasi Somatic Embrio (SE). (*)

Komentar