oleh

Mondok di Pesantren, TP Harap 2.345 Siswa Keluar dengan Predikat Santri

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Yanti-Daerah, Parepare-

PAREPARE, BP – Jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), sebanyak 2.345 siswa SMP di Kota Parepare mengikuti program pengembangan religiusitas alias mondok di Pesantren selama tiga hari, mulai hari ini, 4 hingga 7 Maret 2019.

Siswa SMP yang duduk di bangku kelas IX itu tersebar di lima pesantren, yaitu Pondok Pesantren DDI Lilbanat, Al-Badar, Hidayatullah, Al-Mustakim, dan Al-Munawarah.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe saat membuka pengembangan religiusitas di DDI Ujung Lare, Senin, (4/3/2019) mengatakan, kegiatan rutin setiap tahunnya sebagai salah satu syarat bagi siswa untuk mengikuti ujian nasional, yakni melalui pengembangan karakter dengan cara pemondokan di pesantren.

Taufan yang bertekad memperkuat identitas Parepare sebagai kota santri dan ulama ini berharap, output dari pemondokan itu, yakni dapat melahirkan siswa dengan predikat santri.

“Saya ingin sekali semua anak yang menimba ilmu di kota ini keluar dengan predikat sebagai anak santri karena predikat santri adalah predikat yang sangat mulia,” harap Taufan.

Sebagai generasi penerus tongkat estafet bagsa, Taufan pun berkomitmen melahirkan generasi emas, berkarakter dan berintegritas.

“Kalian adalah penerus cita-cita bangsa, tidak tertutup kemungkinan anak-anak di sini ada yang bisa menjadi pejabat yang lebih baik dari saat ini. Dengan karakter yang kuat, maka lahirlah generasi yang berkarakter, berintegritas, dang berakhlak mulia,” tegas Taufan yang mengaungkan tahun 2019 sebagai tahun integritas dalam pemerintahannya.

Program pengembangan religiusitas tahun keempat ini, lanjutnya, Taufan mengajak kepada seluruh Pembina Pondok Pesantren untuk mengawal program pembangunan keummatan di kota Habibie itu.

“Mondok sebagai anak santri adalah sesuatu suasana yang sangat nyaman karena kita dekat dengan sang pencipta. Jajaran Pemkot, pemangku kepentingan, Kepala sekolah berkontribusi melahirkan anak didik yang tidak hanya pandai dan cerdas, akan tetapi berakhlak mulia,” urainya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 801 siswi SMP mondok di Pesantren Lilbanat, 784 orang di Al Badar, 402 di Al Mustakim, 108 di Hidayatullah, dan 115 di pondok pesantren Al-Munawarah.

Tak hanya diperuntukkan bagi siswa muslim, namun program itu juga berlaku bagi siswa non muslim, seperti To Lotang yang berjumlah tujuh orang. Siswa ini ditempatkan di SMPN 7 Parepare. (*)

Keterangan Foto : Walikota Parepare Taufan Pawe saat memberi sambutan di depan Anak Santri di DDI Lilbanat yang akan mengikuti program pengembangan Religiutas Pemerintah Kota Parepare

Anty (Yanti)

Komentar