oleh

Penyidik Limpahkan Kasus Lahan Underpass

Ashar Abdullah and Irsal-Hukum, Korupsi-

MAKASSAR, BP – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi lahan. Proyek pembangunan jalan simpang lima underpass Mandai-Maros.

Dimana dalam kasus ini penyidik Kejati Sulsel telah menetapakan mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) pertanahan, Pemkot Makassar, Ahmad Rifai (AR) sebagai tersangka.

Selain Ahmad Rifai, penyidik juga telah menetapkan RH, yang hingga saat ini masih berstatus DPO dan menjadi buruan Kejaksaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di Kejati Sulsel, tim penyidik saat ini kini tengah, menyusun serta merampungkan berkas penyidikan kasus tersebut.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sulsel, A Faik Wana Hamzah, membenarkan hal tersebut. “Saat ini tim penyidik, tengah menyusun dan telah dalam tahap di jilid,” ungkap A Faik Wana Hamzah, saat dikonfirmasi, Senin (4/3).

Sebab menurutnya, penyidikan kasus tersebut telah lengkap, serta sudah memenuhi syarat. Untuk ditingkatkan ke tahap pra penuntutan dan untuk diserahkan ke Jaksa penuntut. “Rencana pekan ini, perkaranya sudah kita tahap dua ke jaksa penuntut,” bebernya.

Diketahui dalam kasus ini Ahmad Rifai, dijadikan tersangka karena diduga kuat telah menerima fee Rp200 juta. Dari tersangka Rosdiana Hadris, uang fee hasil penjualan tanah dalam proyek pembebasan lahan. Proyek pembangunan jalan simpang lima underpass Mandai-Maros.

Dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui Balai Jalan Metropolitan Makassar (BJMM) sebesar Rp10 miliar.

Namun ditemukan fakta jika dalam pembayaran ganti rugi, diduga ada indikasi salah bayar. Yang nilainya ditaksir mencapai Rp3,42 miliar. (*)

Komentar