oleh

Plt Kadispar Tator Tolak Wisata Halal

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Cherly-Tana Toraja-

TANATORAJA, BP – Polemik Wisata Halal (WH) di Toraja dalam dua minggu terakhir ini makin viral. Bahkan masyarakat sampai melakukan demo selama dua kali dalam satu minggu ini di DPRD Tana Toraja untuk menolak WH tersebut.

Akhirnya DPRD Tana Toraja melalui komisi I, memanggil Dinas Pariwisata untuk mengklarifikasi terkait WH tersebut yang makin tidak bisa dibendung di medsos dan bahkan demonstran meminta Kadis Pariwisata untuk mencabut pernyataan menyetujui hal tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja, Rospita Napa mengatakan dalam pertemuan dengan komisi I, bahwa selama ini belum pernah ada persuratan dari kementrian pariwisata, maupun dari pemerintah provinsi untuk wacana WH tersebut, sehingga dirinya tidak bisa menjelaskan tentang WH kepada masyarakat.

Ditambahkannya bahwa yang selama ini yang dibahas adalah masalah rumah makan yang bersertifikasi halal yang ada di Toraja seperti rumah Makan Idaman, dan Hotel Pantan. Mereka yang datang ke dinas untuk menyampaikan sertifikasi mereka agar dimasukkan dalam buklet promosi wisata agar wisatawan yang membutuhkan informasi bisa dengan mudah mendapatkan bila berkunjung ke Toraja.

“Tidak pernah ada pemberitahuan secara lisan ataupun tulisan tentang wacana wisata halal, tidak pernah ada instruksi dari kementrian pariwisata kemudian dari provinsi pun tidak pernah ada lisan dan tulisan apalagi bupati. Dan saya tidak pernah mengatakan saya menyetujui wisata halal,” jelas Rospita Napa, Kamis (14/3).

Sementara itu Ketua Komis I DPRD Tana Toraja, Selmy Sattu dalam kesempatan itu mengatakan bahwa selama ini memang belum ada pemberitahuai secara tertulis dari dinas terkait terkait WH tersebut.

Namun hal itu sangat viral dibahas di media sosial bahkan di media memberitakan tentang penolakan dari berbagai elemen masyarakat, dan bahkan dalam satu minggu ini mahasiswa bersama masyarakat perduli budaya telah dua kali mendatangi DPRD untuk mendesak DPRD dan pemkab menolak wacana WH tersebut.

Komentar