oleh

Kasihan, Pedagang di Bantaeng Lapaknya Dibongkar ‘Diam – diam’

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Jejeth-Bantaeng, Daerah-

BANTAENG, BP – Revitalisasi Pasar Sentral di Kabupaten Bantaeng telah rampung dan beroperasi. Namun sayangnya ada oknum melakukan praktik jual beli kios dengan nilai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Parahnya, lapak lama harus dibongkar. Hal itu diakui oleh seorang pedagang bernama Asse saat ditemui di kediamannya, Kampung Kayangan, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Senin, (25/3).

Sambil menangis, dia mengungkap segala keburukan manajemen Pengelola Pasar saat ini. Dia mengatakan, oknum Kepala Pasar, Kamura, bersikap tebang pilih dalam penentuan lapak kios di Pasar Sentral.

“Kepala Pasar Sentral Bantaeng itu sentimen kepada saya, bertindak semena-mena seolah saya bukan manusia. Tempat jualanku dibongkar tapi tidak bilang-bilang ke saya. Karena tidak membayar,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa terdapat tiga pedagang yang dibongkar paksa lapaknya. Padahal pedagang lainnya yang tepat berada di sekitar tempat jualannya tidak dibongkar.

Dalam proses pembongkaran lapak tersebut, pihak pengelola pasar sentral hanya membongkar tiga lapak saja yakni milik Asse, Sanuri dan Saddiah. Sedangkan pedagang lain yang berada disampingnya tidak diganggu sama sekali.

“Kalau memang ada perintah pembongkaran, kenapa justru hanya lapak kami bertiga yang dibongkar. Dan yang lainnya tidak disentuh sama sekali, kubilang ini faktor sentimen,” tuturnya.

Asse mengaku telah lama berjualan di pasar sentral. Dia mengaku tahu terkait prosedur pembokaran lapak. Namun yang ia kecewakan adalah pembongkaran lapaknya yang tak ada pemberitahuan.

“Saya ini sudah lama menjual di pasar sentral. Saya tahu prosedur dalam proses pembagian lapak dan kios. Cuman saya bertiga yang lapaknya dibongkar karena tidak mau bayar sampai jutaan. Itu tidak ada aturan bayar membayar sebanyak itu,” kata pedagang alas kaki ini.

Baginya bukan sebuah permasalahan jika saja pembongkaran itu disampaikan oleh pengelola pasar. Dia menyebut hal yang dilakukan itu tidaklah manusiawi.

“Maksud saya, sampaikan kami dulu kalau mau dibongkar biar kita bisa siap-siap barang. Padahal kemarin saya sempat bertemu dengan dia. Tapi tidak disampaikan kalau ada rencana pembongkaran itu. Untung saja pedagang di dekatku itu amankan barang dagangan ku, seandainya tidak, terpal saja kudapat,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bantaeng, Meyriani Majid mengatakan bahwa pembongkaran itu sebenarnya hanyalah penertiban belaka. Namun, dia tidak tahu menahu terkait hanya tiga lapak pedagang yang dibongkar.

“Bukan digusur tapi dipindahkan supaya lebih tertib. Soal hanya tiga pedagang, nanti saya tanyakan sama pengelola kenapa seperti itu. Karena setahu saya, semua pedagang akan ditampung di bangunan baru Pasar Sentral,” jelasnya. (*)

Komentar