oleh

Isu Jual Beli Jabatan, Rektor UIN Siap Dipanggil KPK

Editor : Lukman Maddu-Headline-

MAKASSAR, BP – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Musafir Pabbbari mengaku siap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika isu terkait jual beli jabatan benar-benar diusut.

“Insya Allah saya siap menghadiri panggilan KPK,” tegasnya.

Sebelumnya, untuk menduduki kursi pimpinan nomor satu di universitas ia dianggap telah memberi mahar senilai Rp5 miliar kepada Kementerian Agama.

Hal tersebut dibeberkan oleh Mahfud MD saat mengisi program acara televisi di Indonesian Lawyer Club. Ia mengatakan bahwa Andi Faisal Bakti terpilih dua kali dan tidak dilantik. Andi Faisal Bakti menurut Mahfud MD dihubungi oleh oknum untuk membayar Rp5 miliar demi mendapat jabatan.

Melalui pernyataan tersebut, isu jual beli jabatan akhirnya merujuk pada pimpinan UIN Alauddin yang saat ini tengah menjabat. Ia diduga telah menyogok Menteri Agama untuk berstatus sebagai rektor.

Namun pihak civitas UIN Alauddin Makassar menganggap hal tersebut tidak benar. Pernyataan Mahfud disebut tak berdasar karena tidak memiliki bukti fisik.

“Seharusnya, Mahfud MD memberikan klarifikasi terlebih dahulu kepada kami, sebenarnya itu tidak benar,” terang Musafir.

Olehnya itu, mahasiswa UIN mendesak pimpinan kampus untuk memproses kepada pihak yang berwenang terkait ujaran kebencian. Serta merekomendasikan penghapusan Peraturan Menteri Agama no 68 tahun 2015 terkait Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang Diselenggarakan Pemerintah. (*)

Komentar