oleh

Resedivis Begal Sadis Dilumpuhkan Polisi di Makassar

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ramlan-Hukum, Kriminal-

MAKASSAR, BP – Qafly Darmawansah alias Qafly (18) pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal terpaksa dilumpuhkan tim Resmob Polsek Panakkukang saat mencoba melawan dan melarikan diri.

Resedivis begal sadis itu dihadiahi tima panas setelah diamankan di rumahnya di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Sabtu (30/3) dini hari

“Pelaku dilumpuhkan setelah diberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali saat dibawa untuk menunjukkan tempat kejadian perkara (TKP) lainnya namun berusaha melawan dan melarikan diri, pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis,”ungkap Panit II Reskrim Polsek Panakkukang, Ipda Roberth Haryanto Siga

Ipda Roberth menerangkan, penangkapan terhadap pelaku berawal saat pihaknya bersama Timsus Polda Sulsel mendapaknan informasi terkait keberadaan pelaku, kedua tim kemudian langsung menuju rumah pelaku.

“Anggota langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di rumahnya, kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti handphone milk korban,”terangnya

Lanjut Ipda Roberth, saat diinterogasi, pelaku mengaku telah melancarkan aksi begalnya di dua tempat berbeda di kota Makassar. Diantaranya di depan perwakilan bus Litha, Jl. Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakkukang bersama rekannya.

“Pelaku mengambil sebuah tas yang berisi Hp Oppo A37, Oppo F9, satu unit laptop dan uang Rp3.000.000. Pelaku berperan sebagai joki motor dan rekannya sebagai eksekutor yang mengancam korbandengan sebilah parang,”kata Roberth

Ipda Roberth menambahkan, Pelaku Qafly merupakan Residivis Kasus pencurian dengan kekerasan yang di kenal sadis dan tak segan melukai korbannya.

Pelaku juga telah menjalani vonis pengadilan selama 4 tahun penjara dikarenakan korbannya meninggal dunia di Wilayah hukum Polsek Biringkanaya pada tahun 2014 silam.

“Pelaku baru menghirup udara bebas kurang lebih 3 bulan terakhir,”tambahnya

Sementara itu, kata Roberth, saat tim mencari rekan pelaku lainnya, rekan pelaku rupanya sedang tak berada di rumahnya.

“Rekan pelaku yang berperan sebagai eksekutor saat ini tercatat sebagai daftar pencarian orang (DPO),”terangnya

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua 1 Unit Handphone berbagai merk milik korban.

“Pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk proses lebih lanjut,”pungkasnya. (*)

Komentar