oleh

Buka Raker Kemenag Sulbar, Ini Pesan Sekjen Kemenag RI

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Rusli-Metro-

MAKASSAR, BP – Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Hotel Swiss Bellin Makassar, Rabu 24 April 2019.

Raker dibuka oleh Sekjen Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Mohamad Nur Kholis Setiawan, MA.

Di depan 95 peserta rakerwil yang terdiri dari para pejabat Eselon II, III dan IV serta para Pimpinan Satker (Madrasah Negeri) lingkup Kanwil Kemenag Sulbar, Sekjen Kemenag dalam arahannya mengungkapkan agar setiap Kanwil Kemenag se Indonesia seyogyanya bisa melaksanakan kegiatan raker tepat waktu.

Saat ini ada sejumlah isu hangat yang dibahas untuk program kerja tahun 2019 ini, mulai dari moderasi umat beragama, keberagaman umat dan integrasi data. Begitu juga dengan polemik yang baru saja dialami Kementerian Agama terkait isu miring pasca di OTT-nya Mantan Ketum PPP, Isu miring itu kemudian dikaitkan dengan Kementerian Agama.

Oleh karenanya ASN Kementerian Agama diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat (ghirah), marwah dan citra Kementerian Agama di tengah masyarakat Indonesia yang saat ini tengah terprovokasi berbagai sentimen yang dialamatkan ke Kementerian Agama.

“Mari gunakan akun-akun media sosial yang dimiliki para ASN itu dengan memberi edukasi kepada masyarakat terkait eksistensi, peran dan misi serta visi yang diembang oleh Kementerian Agama,” kata Mohamad Nur.

Termasuk dalam mensosialisasikan dan menguatkan program unggulan Kementerian Agama terkait moderasi umat beragama, keberagaman umat dan integrasi data. “ASN pun diharapkan mampu menjadi penyejuk dan juru damai dalam menciptakan harmoni di tengah-tengah masyarakat Indonesia pasca penyelenggaraan pesta Demokrasi (Pemilu) beberapa saat lalu,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Sekjen Kemenag RI kembali mengingatkan agar seluruh pejabat (satker) di lingkungan Kementerian Agama tetap simultan menjalankan program Strategis 2019 yaitu moderasi beragama, keberasamaan umat dan integrasi data.

“Moderasi sudah sama-sama kita pahami, dan menjaga kebersamaan umat karena kita tahu ini adalah tahun politik jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita bercerai berai, tapi tetap harus satu karena sejak dulu kita berdiri di atas keberagaman. Jangan sampai pesta demokrasi yang baru saja usai digelar menjadi sesuatu yang negatif,” ungkapnya. (*)

Komentar