oleh

Kasus Dana Hibah Pilwalkot, Polda Sulsel Telusuri Keterlibatan Pejabat Lain

Lukman Maddu-Hukum-

MAKASSAR, BP – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel mulai menelusuri keterlibatan pejabat lain dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar tahun 2018.

Kepala Subdit III Polda Sulsel, Komisaris Polisi Yudha Wirajati mengatakan, penambahan tersangka dalam kasus ini tergantung dari hasil penyidikan lanjutan yang dilakukan. Pihaknya saat ini sedang terus melakukan pendalaman kepada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Nanti kita lihat, saat ini kami masih melakukan pendalaman kepada dua tersangka, soal adanya tersangka baru bergantung pada hasil pengembangan nantinya,” kata Yudha, Kamis (25/4).

Pemeriksaan terhadap dua tersangka, kata Yudha, selain melengkapi berkas, juga untuk menelusuri keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

“Tentu pemeriksaan tersebut untuk kelengkapan berkas, juga untuk menelusuri keterlibatan pihak lain. Intinya saat ini, penyidik fokus mendalami keterangan dari dua tersangka itu,” jelas Yudha.

Koordinator Investigasi Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Anggareksa mendesak Polda Sulsel untuk menuntaskan kasus ini. Sebab kata Angga, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

“Kami mendesak Polda Sulsel untuk menelusuri keterlibatan pihak lain, kami berharap dalam kasus ini tidak melakukan tebang pilih,” kata Angga.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel akhirnya menetapkan Sekretaris KPU Makassar, Sabri sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Wali Kota Makassar 2018. Selain Sabri, penyidik juga penyidik juga menetapkan Bendahara Pengeluaran Pembantu KPU Kota Makassar yakni Habibi sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Usai resmi ditetapkan sebagai tersangka, Sabri dan Habibi terus menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel. Meski demikian, Sabri mengaku kalau dia tidak tahu apa-apa dalam kasus ini. Sebab urusan tersebut hanya urusan bendahara saja.

Komentar